Pemberitaan Politik Dalam Surat Kabar De Locomotief di Hindia Belanda Tahun 1901-1940
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas pemberitaan politik dalam surat kabar De Locomotief di Hindia
Belanda tahun 1901-1940. De Locomotief merupakan salah satu surat kabar kolonial
berbahasa Belanda yang memiliki posisi penting dalam perkembangan pers kolonial,
khususnya di Semarang dan Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan latar
belakang pendirian dan pemberitaan De Locomotief sebelum tahun 1901, mengidentifikasi
isi pemberitaan politiknya selama periode 1901-1940, serta menganalisis dampak sosial dan
politik dari pemberitaan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang
meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama penelitian ini
adalah edisi-edisi surat kabar De Locomotief, sedangkan sumber pendukung berupa buku,
artikel ilmiah, peraturan kolonial, dan kajian sejarah pers. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebelum tahun 1901, De Locomotief telah memperlihatkan perhatian terhadap
persoalan kolonial seperti eksploitasi tenaga kerja, administrasi desa, kemiskinan, dan
tanggung jawab moral Belanda terhadap Hindia Belanda. Pada periode 1901-1907, surat
kabar ini memperlihatkan corak etis-liberal melalui kritik terhadap kebijakan kolonial dan
dukungan terhadap gagasan Politik Etis. Pada periode 1908-1917, De Locomotief mulai
menyoroti kemunculan organisasi pribumi seperti Boedi Oetomo, Sarekat Islam, Indische
Partij, dan ISDV. Pada periode 1918-1927, pemberitaannya semakin defensif terhadap
komunisme, gerakan buruh, pemogokan, dan pemberontakan 1926. Sementara itu, pada
periode 1928-1940, De Locomotief lebih keras terhadap nasionalisme non-kooperatif seperti
PNI dan Partindo, tetapi masih dapat menerima organisasi legal dan moderat seperti Parindra,
Gerindo, dan GAPI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa De Locomotief mendukung
kemajuan pribumi selama tetap berada dalam batas legal, moderat, dan tidak mengancam
otoritas kolonial. Dampak sosial-politiknya terlihat dalam pembentukan wacana kolonial
mengenai kemajuan pribumi, batas gerakan moderat dan radikal, serta legitimasi pengawasan
terhadap pers dan gerakan politik.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 21 Juli 2026_Kholif Basri
