Hubungan Body Image dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Thinness Pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Nangkaan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2024 remaja
merupakan individu yang memiliki rentang usia 10-19 tahun. Remaja putri
termasuk kelompok rentan mengalami masalah gizi, salah satunya adalah
thinness. Thinness dapat terjadi karena terdapat ketidakseimbangan antara asupan
zat gizi dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, dapat disebabkan karena adanya
ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, sehingga remaja putri melakukan diet.
Berdasarkan Dinas Kesehatan Bondowoso Tahun 2024, khususnya di wilayah
Puskesmas Nangkaan kejadian thinness pada remaja putri usia 16-18 tahun
meningkat sebesar 10,8% pada tahun 2024 menjadi 19,9%. Tujuan penelitian ini
untuk mengalisis hubungan antara body image dan asupan zat gizi makro dengan
kejadian thinness pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Nangkaan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian melalui pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan pada 15 Januari-15 Februari 2026 di seluruh
sekolah strata menengah atas yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas
Nangkaan. Jumlah sampel sebanyak 101 remaja putri yang ditentukan
menggunakan metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara dan pengisian kuesioner BSQ (Body Shape Questionnaire)-
16B untuk mengetahui persepsi body image, kuesioner SQ-FFQ (Semi
Quantitative-Food Frequency Questionnaire) untuk mengetahui rata-rata asupan
harian zat gizi makro, dan pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat
badan) untuk mengetahui kejadian thinness. Analisis data dilakukan
menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel dan
Regresi Poisson untuk mengetahui nilai Prevalance Ratio.
asupan protein defisit sedang memiliki proposi mengalami kejadian
thinness sebesar 7,080 kali dibandingkan dengan remaja putri yang memiliki
asupan protein cukup. Terdapat hubungan antara asupan lemak dengan kejadian
thinness (p=0,001). Remaja putri yang memiliki asupan lemak defisit berat
memiliki prevalensi mengalami kejadian thinness sebesar 3,132 kali dan asupan
lemak defisit sedang memiliki prevalensi mengalami kejadian thinness sebesar
3,069 kali dibandingkan dengan remaja putri yang memiliki asupan lemak cukup.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara body image dan asupan zat gizi makro dengan kejadian
thinness pada remaja putri. Persepsi body image negatif dan asupan zat gizi yang
tergolong defisit merupakan faktor risiko terjadinya thinness pada remaja putri.
Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi terkait pentingnya gizi siembang,
pembentukan body image positif dan deteksi dini untuk mencegah terjadinya
masalah gizi pada remaja putri terutama thinness.
Description
Finalisasi oleh Agus 20 Juli 2026
