Kiprah Tenaga Kesehatan Perempuan Pribumi di Batavia 1922-1942

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Budaya

Abstract

Penelitian ini membahas kiprah tenaga kesehatan perempuan pribumi di Batavia pada tahun 1922–1942. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian sejarah kesehatan yang mengkaji peran perempuan pribumi dalam dunia medis pada masa Hindia Belanda. Kehadiran tenaga kesehatan perempuan menjadi penting karena tingginya angka kesakitan dan kematian, terbatasnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan modern, serta kuatnya budaya patriarki yang membatasi kesempatan perempuan memperoleh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang mendorong perhatian pemerintah kolonial terhadap tenaga kesehatan perempuan pribumi, mengkaji peran mereka dalam pelayanan kesehatan, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat Batavia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi kesehatan dengan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Sumber penelitian terdiri atas arsip, surat kabar kolonial, dokumen se zaman, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian pemerintah kolonial terhadap tenaga kesehatan perempuan pribumi muncul karena kebutuhan akan tenaga medis yang mampu menjangkau perempuan dan anak-anak, terutama dalam layanan kebidanan dan kesehatan ibu. Kesempatan perempuan untuk memperoleh pendidikan kedokteran terbuka melalui perjuangan Aletta Jacobs dan berdirinya Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA). Lulusnya Marie Thomas sebagai dokter perempuan pertama di Hindia Belanda menjadi tonggak penting dalam perkembangan profesi kesehatan perempuan. Tenaga kesehatan perempuan pribumi berperan dalam pelayanan rumah sakit, klinik, kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan kesehatan masyarakat. Kiprah mereka meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pengobatan modern, memperluas akses layanan kesehatan bagi perempuan, serta mendorong modernisasi pelayanan kesehatan dan perubahan pandangan terhadap peran perempuan di ruang publik.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Juli 16

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By