Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Particulate Matter (PM2.5) di Jalan Gunung Sadeng, Dusun Krajan I, Grenden

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Pencemaran udara oleh particulate matter (PM2.5) merupakan masalah global yang mengakibatkan 4,2 juta kematian dini. Pencemaran PM2.5 di Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Tenggara dengan rata-rata kadar 35,5 µg/m3. Sumber PM2.5 yang berasal dari aktivitas manusia seperti emisi kendaraan, industri, dan pembakaran biomassa berkontribusi terhadap konsentrasi PM2.5 di udara. Berdasarkan studi pendahuluan di Jalan Gunung Sadeng, Dusun Krajan I, Desa Grenden, terdapat sumber yang berpotensi menghasilkan partikulat PM2.5 meliputi aktivitas kendaraan, pembakaran sampah, dan pertambangan. Akumulasi polutan PM2.5 dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang berisiko karena memiliki durasi beraktivitas di rumah lebih lama dan lebih sensitif terhadap pengaruh partikulat. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan lingkungan pajanan particulate matter (PM2.5) pada ibu rumah tangga di Jalan Gunung Sadeng, Dusun Krajan I, Grenden. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Sampel penelitian ini meliputi sampel lingkungan berupa udara ambien di tiga titik Jalan Gunung Sadeng dan sampel masyarakat yakni 82 ibu rumah tangga. Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan selama 24 jam oleh teknisi Laboratorium PT MediaLab Indonesia Cabang Sidoarjo. Teknik sampling yang digunakan untuk sampel masyarakat adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran konsentrasi PM2.5, observasi sumber PM2.5, dan wawancara ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan sumber PM2.5 di Jalan Gunung Sadeng berasal dari luar ruangan seperti aktivitas kendaraan, pembakaran sampah, dan pertambangan disertai oleh sumber dalam ruangan seperti asap rokok, penggunaan bahan bakar kayu, dan obat nyamuk. Konsentrasi PM2.5 ambien tertinggi berada di titik 1 sebesar 83 µg/m3 yang melebihi baku mutu harian sebesar 55 µg/m3, sementara konsentrasi terendah berada di titik 3 sebesar 11 µg/m3. Nilai RfC yang digunakan dalam penelitian diturunkan dari baku mutu harian PM2.5 dalam NAAQS US EPA 2024 melalui perhitungan konversi intake sebesar 0,0122 mg/kg/hari. Hasil analisis pajanan menunjukkan intake realtime dan lifetime tertinggi berada di titik 1 masing-masing sebesar 4,84×10-2 mg/kg/hari (intake maksimal) dan 2,88×10-2 mg/kg/hari (intake maksimal). Karakterisasi risiko dinyatakan dalam Risk Quotient (RQ) serta dikategorikan aman jika RQ≤1 dan tidak aman jika RQ>1. RQ realtime di titik 1 sebesar 3,965 (intake maksimal) dan 2,629 (intake rerata), sementara di titik 2 sebesar 1,243 (intake maksimal) dan 1.121 (intake rerata) yang tidak aman bagi ibu rumah tangga. RQ realtime di titik 3 tidak dihitung karena lokasi berada di persawahan tanpa pemukiman. RQ lifetime di titik 1 mulai tidak aman dalam waktu 20 tahun dengan nilai RQ sebesar 1,392 (intake rerata) dan 1,575 (intake maksimal). Nilai RQ terus meningkat dalam 30 tahun untuk semua kategori intake masing-masing sebesar 1,221 (minimal), 2,087 (rerata), dan 2,363 (maksimal). RQ lifetime di titik 2 masih aman namun peningkatan tertinggi terjadi pada 30 tahun dengan nilai RQ mencapai 0,826. RQ lifetime titik 3 dihitung menggunakan nilai default dan menunjukkan kondisi aman meskipun nilai RQ terus meningkat sebesar 0,313 pada 30 tahun. Pengelolaan risiko yang dapat dilakukan adalah pemantauan PM2.5, penghijauan, dan edukasi kepada masyarakat. Kesimpulan dari penelitian yaitu sumber PM2.5 di Jalan Gunung Sadeng berasal dari luar ruangan dan dalam ruangan. Risiko lifetime PM2.5 di titik 1 mulai tidak aman dalam waktu 20 tahun sementara di titik 2 dan 3 masih aman namun nilai RQ terus mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut, disarankan kepada Pemerintah Desa Grenden untuk menetapkan batas kecepatan kendaraan yang melewati Jalan Gunung Sadeng, membuat jadwal jam operasional truk, dan melakukan kampanye rumah sehat bebas asap rokok di rumah. Bagi masyarakat perlu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, tidak membakar sampah, dan tidak merokok di dalam rumah.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 15 Juli 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By