Hubungan Dukungan Keluarga dan Pemanfaatan Posyandu dengan Kualitas Hidup Lansia (Studi Kasus di Dusun Karang Anom, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Data dari BPS menunjukkan adanya peningkatan penduduk, keluhan kesehatan, serta morbiditas pada kelompok usia lanjut (lansia) pada tahun 2024. Peningkatan yang terjadi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Selain itu, diperlukan upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan lansia melalui Puskesmas dengan kegiatan Posyandu. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menunjukkan bahwa salah satu wilayah dengan capaian pelayanan kesehatan bagi lansia yang belum mencapai 100% adalah Kecamatan Panti dengan persentase kehadiran Posyandu terendah ada di Desa Serut yang pada tahun 2024 Posyandu masih diselenggarakan di Dusun Karang Anom. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain studi cross - sectional. Sampel sejumlah 74 lansia usia 60 - 69 tahun dengan kriteria eksklusi, yakni lansia dengan gangguan dalam berkomunikasi dan memiliki masalah pendengaran berat, serta lansia dengan disabilitas fisik berat atau terminal. Variabel independen penelitian ini adalah dukungan keluarga dan pemanfaatan Posyandu dengan variabel dependen kualitas hidup lansia. Pengambilan data menggunakan wawancara dengan kuisioner dukungan keluarga dan instrumen WHOQOL - OLD yang telah teruji valid dan reliabel serta menggunakan studi dokumentasi. Penelitian telah dilakukan uji etik melalui Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember dengan nomor pengesahan No3438/UN25/8/KEPK/DL/2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan pemanfaatan Posyandu dengan kualitas hidup lansia yang ditunjukkan dengan nilai p - value 0,0001 serta nilai koefisien korelasi 0,664 untuk dukungan keluarga dan 0, 001 dengan koefisien korelasi 0,336 untuk pemanfaatan Posyandu. Selain itu, terdapat perbedaan rata - rata kualitas hidup lansia berdasarkan dukungan keluarga dan pemanfaatan Posyandu. Berdasarkan temuan peneliti, saran yang dapat diberikan adalah membuat kesepakatan jadwal minum obat, makan, dan jadwal istirahat lansia serta membuat trik "Rokok Harian" bagi lansia perokok yang mana lansia harus berkomitmen untuk menyepakatinya. Puskesmas Panti dapat mengoptimalkan pemberian dukungan informasional secara persuasif dengan mengajak pemangku kepentingan setempat.

Description

FINALISASI oleh Agus 14 Juli 2026

Citation

Harvard Style

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By