Show simple item record

dc.contributor.authorIfron Fardyan
dc.date.accessioned2013-12-20T06:22:57Z
dc.date.available2013-12-20T06:22:57Z
dc.date.issued2013-12-20
dc.identifier.nimNIM071510101102
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11181
dc.description.abstractTanaman kopi merupakan jenis tanaman C3 yang membutuhkan intensitas cahaya tidak penuh untuk tumbuh optimal. Oleh karena itu tanaman penaung digunakan dalam budidaya kopi di Indonesia. Tanaman penaung untuk tanaman kopi umumnya menggunakan dadap, lamtoro dan lainnya. Saat ini terjadi pergeseran penggunaan tanaman penaung dari lamtoro ke sengon disebabkan nilai ekonomis dan permintaan kayu sengon meningkat. Perubahan jenis penaung berpengaruh terhadap iklim mikro pada pertanaman kopi. Pada perkebunan kopi rakyat juga digunakan beberapa klon kopi. Perbedaan jenis penaung dan klon kopi memungkinkan terjadinya perbedaan karakter fisiologis dan morfologis tanaman kopi yang berpengaruh terhadap produksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakter agronomi klon-klon kopi robusta pada jenis penaung yang berbeda, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kopi robusta, pengaruh penaung dan klon kopi terhadap produksi tanaman dan klon kopi robusta yang memiliki produksi tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Kopi Rakyat Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember yang berada pada ketinggian tempat 560 mdpl. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Mei 2011 sampai dengan bulan Juni 2011. Penentuan daerah penelitian ditetapkan dengan pertimbangan bahwa Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa penghasil kopi rakyat di Kabupaten Jember. Percobaan dilakukan dengan percobaan lapang melalui observasi beberapa sampel tanaman kopi dengan membedakan klon-klon kopi dan jenis tanaman penaung. Pengambilan data percobaan menggunakan metode Kuadran dengan menggunakan petakan tanaman kopi robusta klon BP 42, BP 358 dan 409 vi berumur 12 tahun pada dua jenis naungan, yaitu lamtoro berumur 13 tahun dan sengon berumur 3 tahun dan pemupukannya dilakukan setahun sekali secara serentak yang terdapat di perkebunan kopi rakyat. Pada penelitian ini digunakan parameter utama dan pendukung. Parameter utama yang diamati adalah menghitung cabang produksi, rata – rata dompolan , rerata buah/dompolan dan produksi buah. Parameter pendukung yang diamati adalah intensitas cahaya, suhu dan kelembaban relatif. Data hasil observasi dianalisis statistik dengan uji t dan membandingkan standart error rata-rata pada masing-masing nilai rata-rata setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klon kopi robusta BP 409 pada kedua jenis penaung memiliki produksi yang lebih tinggi daripada klon kopi robusta BP 42 dan BP 358. Produksi kopi robusta pada kedua jenis penaung tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Produksi kopi robusta lebih dipengaruhi oleh sifat agronomis dari tanaman. Klon kopi robusta BP 409 yang memiliki jumlah cabang produksi, jumlah dompolan/cabang dan jumlah buah/dompolan lebih besar dari klon kopi robusta BP 42 dan BP 358 mengakibatkan produksinya lebih baik.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071510101102;
dc.subjectAGRONOMIS, KOPI ROBUSTAen_US
dc.titleSTUDI KARAKTERISTIK AGRONOMIS TANAMAN KOPI ROBUSTA PADA BEDA KLON DAN TANAMAN NAUNGANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record