Show simple item record

dc.contributor.authorDyah Anjarwani Rosoutami
dc.date.accessioned2013-12-20T05:40:10Z
dc.date.available2013-12-20T05:40:10Z
dc.date.issued2013-12-20
dc.identifier.nimNIM071510202090
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11128
dc.description.abstractCabai rawit (Capsicum frutescens L.) dikenal sebagai sayuran rempah atau bumbu dapur yang diperlukan oleh masyarakat sebagai penyedap masakan.Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan meningkatkan konsumsi bahan makanan termasuk cabai rawit sedangkan perubahan produksinya terlambat.Petani cabai rawit menghadapi resiko produksi yang tinggi disebabkan oleh iklim, kondisi alam, hama, dan penyakit. Resiko produksi ini menyebabkan perubahan jumlah penawaran sehingga harga pasar juga berubah yang merupakan akibat dari fluktuasi penawaran dan fluktuasi permintaan. Sehingga peneliti ingin memberikan informasi menganai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan factor-faktor yang mempengaruhi penawaran serta menggambarkan grafik permintaan, penawaran, dan harga untuk mempermudah petani dalam melakukan usahatani cabai rawit dengan keuntungan maksimum. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Method) di Kabupaten Jember, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, metode korelasional, dan metode komparatif. Metode pengumpulan data yakni menggunakan data sekunder, dan metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan analisa cobweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit di Kabupaten Jember adalah harga cabai rawit, jumlah penduduk, dan pendapatan perkapita, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaraan cabai rawit di Kabupaten Jember adalah harga cabai rawit waktu t-1, luas area tanam waktu t-1, dan biaya produksi waktu t-1, serta (3) Permintaan dan penawaran cabai rawit berpengaruh secara signifikan terhadap fluktuasi harga. Berdasarkan hasil, saran untuk penelitian ini yaitu (1) Perlu adanya informasi dari Dinas Pertanian ataupun penyuluh pertanian kepada petani mengenai fluktuasi harga dan permintaan cabai rawit, (2) Perlu adanya pengembangan agroindustri cabai rawit kering atau bubuk cabai untuk mengantisipasi kerugian petani akibat turunnya harga cabai rawit saat panen raya, dan (3) Perlu adanya pengambangan penelitian mengenai cabai rawit terutama terkait dengan upaya budidaya agar dapat ditanam pada berbagai musim.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071510202090;
dc.subjectFLUKTUASI HARGA CABAI RAWIT, PERMINTAAN DAN PENAWARANen_US
dc.titlePERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA FLUKTUASI HARGA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record