Representasi Bahasa Indonesia Masyarakat Kelas Menengah dalam Film Home Sweet Loan: Analisis Sosiolinguistik

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi bahasa Indonesia masyarakat kelas menengah dalam film Home Sweet Loan (2024) karya sutradara Sabrina Rochelle Kalangie melalui pendekatan sosiolinguistik. Penelitian bertujuan mendeskripsikan (1) karakteristik variasi bahasa Indonesia yang digunakan tokoh kelas menengah, dan (2) fungsi sosial penggunaan variasi bahasa tersebut dalam merepresentasikan identitas dan status sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Data berupa tuturan sembilan tokoh yang secara kontekstual diidentifikasi sebagai representasi kelas menengah berdasarkan indikator pekerjaan, pendidikan, dan pola konsumsi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan empat karakteristik bahasa kelas menengah: (1) campur kode bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris sebagai penanda identitas kosmopolitan; (2) terminologi asing bergengsi dalam domain profesional, digital, dan properti; (3) pergeseran kata sapaan dari bentuk tradisional ke modern; serta (4) kecenderungan penggunaan bahasa ringkas dan efisien melalui akronim dan singkatan. Secara fungsional, bahasa para tokoh menjalankan fungsi instrumental, regulasi, interaksional, personal, heuristik, imajinatif, dan representasional sesuai kerangka Halliday. Temuan ini membuktikan bahwa bahasa kelas menengah dalam film Home Sweet Loan bukan sekadar alat komunikasi, melainkan praktik kebahasaan aktif yang mengonstruksi dan merepresentasikan identitas, aspirasi, serta posisi sosial penuturnya.

Description

Finalisasi Maya_13 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By