Show simple item record

dc.contributor.authorAlfa Febrilyant Carerra
dc.date.accessioned2013-12-20T03:50:39Z
dc.date.available2013-12-20T03:50:39Z
dc.date.issued2013-12-20
dc.identifier.nimNIM041510401112
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11085
dc.description.abstractPengendalian hama yang dianggap ramah terhadap lingkungan adalah dengan cara pengendalian hayati. Salah satu mikroorganisme yang hidup di dalam tanah adalah Nematoda Entomopatogen (NEP) yang berperan penting dalam menunjang kelangsungan hidup tanaman dengan melindungi tanaman dari serangan hama di dalam tanah. NEP merupakan salah satu pengendali hayati hama tanaman yang sangat potensial, karena secara aktif mencari serangga inang sasaran sehingga dapat digunakan untuk mengendalikan hama yang berada dalam jaringan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan hidup dan tingkat serangan nematoda entomopatogen Steinernema carpocapsae yang diaplikasikan pada berbagai pupuk organik, yang berasal dari limbah pabrik gula (blothong), limbah kota (berasal dari pengolahan sampah di TPA pakusari), limbah kopi dan kakao. Patogenisitas dilakukan terhadap larva S.litura instar V yang dibungkus dengan kain kassa kemudian dipendam di dalam pupuk organik (baiting) yang telah diinokulasi dengan Nematoda Entomopatogen (NEP). NEP diinokulasi pada tiga jenis pupuk organik yang berasal dari limbah pabrik, limbah kota serta limbah kopi kakao dengan konsentrasi 103, 104, 105, 106 / 200 ml air. Data nilai mean dan standart deviasi dihitung dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari pertama larva S. litura yang terinfeksi S. carpocapsae mengalami kematian 3 ± 0,96% pada konsentrasi 106/ 200 ml air, hari kedua 67 ± 1,26% pada setiap konsentrasi, hari ketiga 50 ± 1,73% pada setiap konsentrasi. Viabilitas NEP tertinggi terdapat pada pupuk organik limbah kopi kakao NEP mampu bertahan hidup hingga hari ke 90 yaitu sebanyak 2 ekor pada konsentrasi 106/ 200 ml air. Hal ini dapat dilihat dari hasil white trap 10 ekor S. litura pada tiga macam pupuk organik, pupuk organik limbah kopi kakao konsentrasi 106/ 200 ml air lebih banyak yaitu 35 ekor dibandingkan dengan jumlah NEP pada pupuk organik pabrik gula (blothong) konsentrasi 106/ 200 ml air yaitu 14 ekor dan jumlah NEP pada pupuk organik kota konsentrasi 106/ 200 ml air yaitu 7 ekor.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries041510401112;
dc.subjectAgens Hayati Nematoda Entomopatogen, Spodoptera lituraen_US
dc.titlePatogenesitas Agens Hayati Nematoda Entomopatogen Steinernema carpocapsae Terhadap Larva Spodoptera litura F Pada Berbagai Pupuk Organiken_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record