Implementasi Diaphragmatic Breathing Exercise pada Pasien PPOK dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di RSUD dr. Haryoto Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius di dunia. Kondisi ini menyebabkan hambatan aliran udara yang progresif sehingga pasien mengalami sesak napas, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan peningkatan frekuensi napas yang menimbulkan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan untuk membantu memperbaiki pola napas pasien. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE). Tujuan laporan tugas akhir ini adalah mengetahui implementasi DBE pada pasien PPOK dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini yaitu Tn. M yang dirawat di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto Lumajang dengan diagnosis PPOK, usia 65 tahun, mengalami masalah keperawatan pola napas tidak efektif, compos mentis, bersedia menjadi partisipan, kooperatif, serta tidak mengalami komplikasi berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tn. M memenuhi seluruh tanda mayor pola napas tidak efektif yaitu dispnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan rekuensi napas 24x/menit. Selain itu, ditemukan tanda minor berupa ortopnea. Intervensi yang diberikan yaitu DBE selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari dan durasi 5–10 menit. Setelah implementasi, pola napas membaik ditandai dengan dispnea menurun, penggunaan otot bantu napas menurun, fase ekspirasi memanjang menurun, ortopnea menurun, serta frekuensi napas membaik menjadi 18x/menit. Berdasarkan hasil studi kasus ini, implementasi DBE dapat diterapkan oleh perawat kepada pasien PPOK yang mengalami pola napas tidak efektif. Bagi penulis selanjutnya disarankan menambah frekuensi untuk memaksimalkan frekuensi napas sehingga masalah pola napas tidak efektif pada pasien PPOK dapat tercapai secara optimal. Bagi pasien disarankan dapat melakukan teknik DBE secara mandiri ketika mengalami sesak napas.

Description

Finalisasi Maya_10 Juli 2026

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By