Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Perkebunan Tebu (Saccharum Officinarum) di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Kabupaten Jember yang terletak di Provinsi Jawa Timur memiliki luas wilayah sekitar 331.084,17 hektar dan terdiri dari 31 kecamatan. Wilayan ini berbatas dengan Kabupaten Bondowoso dan Probolinggo di Utara. Lumajang di Barat, Banyuwangi di Timur, serta Samudera Indonesia di Selatan. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menilai kesesuaian lahan dalam budidaya tanaman tebu berdasarkan lima parameter utama, yaitu temperatur, ketinggian, kemiringan lereng, curah hujan tahunan, dan jumlah bulan kering. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh wilayah Kabupaten Jember masuk dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk parameter temperatur dengan suhu antara 26-30°C. Untuk parameter ketinggian, hanya 35,25% wilayah yang masuk kategori cukup sesuai. kemiringan lereng di Jember cukup menguntungkan, dengan 60,5% wilayah berada di lereng landai (<8%) yang sangat sesuai untuk tebu. Dari sisi curah hujan tahunan, sebanyak 69,87% wilayah menerima curah hujan antara 1500-4000 mm per tahun, yang sangat sesuai untuk tanaman tebu. Selain itu, sebagian besar wilayah mengalami bulan kering sebanyak 1-3 bulan dalam setahun, yang juga masuk kategori sangat sesuai (80,60%). Berdasarkan hasil overlay semua parameter, kesesuaian lahan di Kabupaten Jember dibagi menjadi tiga kelas. Kelas sangat sesuai (S1) mencakup 68.964 hektar atau sekitar 20,95% dari total wilayah. Kelas cukup sesuai (S2) mendominasi dengan luas 256.734 hektar atau 78%. Sementara itu, kelas sesuai marginal (S3) hanya mencakup 3.454 hektar atau 1,05%. Ini menunjukkan bahwa secara umum, Jember memiliki potensi yang cukup tinggi untuk budidaya tanaman tebu, meskipun sebagian besar wilayah masih berada pada tingkat kesesuaian sedang yang memerlukan perbaikan. Berdasarkan analisis SWOT, rekomendasi peningkatan kualitas lahan dibedakan menjadi dua kuadran. Kuadran I mencakup kecamatan-kecamatan yang membutuhkan penguatan produktivitas, seperti Ajung, Sumbersari, Sukorambi, dan Silo. Sementara itu, kuadran II mencakup wilayah yang membutuhkan intervensi teknis lebih lanjut, seperti Jombang, Kencong, dan Umbulsari. Rekomendasi peningkatan kualitas lahan meliputi penggunaan sistem irigasi tetes untuk efisiensi air, pembangunan saluran drainase untuk menghindari genangan, penggunaan varietas tebu unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, serta pembuatan embung, channel reservoir, rorak, dan bangunan penahan longsor untuk pengelolaan air dan perlndungan tanah. Terasering juga dianjurkan untuk wilayah dengan lereng curam guna mengurangi risiko erosi. Secara keseluruhan, Kabupaten Jember dinilai memiliki potensi tinggi untuk pengembangan budidaya tanaman tebu. Wilayah dengan kategori sangat sesuai dapat langsung dimanfaatkan, sedangkan wilayah yang cukup sesuai dapat ditingkatkan produktivitasnya melalui penerapan teknologi dan manajemen lahan yang tepat. Dengan strategi pengelolaan lahan yang efektif, Kabupaten Jember dapat menjadi wilayah unggulan dalam produksi tebu di mada mendatang.

Description

Repo 10 Juli 2026_ Rudy K Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By