Implementasi Hidroterapi dan Relaksasi Benson pada Pasien Hipertensi dengan Nyeri Akut di UPT Puskesmas Kedungjajang Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah mengalami peningkatan akibat vasokonstriksi yang dapat memicu ketegangan dan menimbulkan masalah keperawatan nyeri akut. Tanpa penanganan yang baik, nyeri dapat memperburuk kondisi tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi. Untuk menghindari hal tersebut, perlu dilakukan intervensi keperawatan, salah satunya dengan hidroterapi dan relaksasi Benson yang berperan dalam menurunkan nyeri melalui efek vasodilatasi dan relaksasi sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi hidroterapi dan relaksasi Benson pada pasien hipertensi dengan nyeri akut di UPT Puskesmas Kedungjajang Lumajang. Desain laporan tugas akhir ini adalah studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah Ny. T yang dirawat di Ruang Pisang Puskesmas Kedungjajang dengan diagnosis hipertensi, mengalami nyeri dengan skala sedang, compos mentis, mengalami masalah keperawatan nyeri akut, dan bersedia menjadi partisipan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa Ny. T. memenuhi 100% tanda gejala mayor nyeri akut. Intervensi yang diberikan berupa hidroterapi selama ±15 menit, dilanjutkan dengan relaksasi Benson selama 5-10 menit yang dilakukan 1x per hari selama 3 hari. Hasil implementasi menunjukkan nyeri berkurang, tujuan tercapai, ditandai dengan adanya penurunan skala nyeri dari kategori sedang menjadi ringan. Selain itu, tanda objektif seperti meringis, sikap protektif, gelisah, dan sulit tidur menurun, frekuensi nadi menurun dari 105x/menit menjadi 92x/menit, serta tekanan darah menurun dari 161/102 mmHg menjadi 123/83 mmHg. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hidroterapi dan relaksasi Benson dapat menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Diharapkan partisipan dan keluarga dapat melanjutkan intervensi secara mandiri dan perawat dapat menerapkan tindakan ini sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melibatkan partisipan yang tidak menjalani terapi farmakologis, sehingga hasil penelitian dapat lebih mencerminkan efek intervensi secara murni tanpa dipengaruhi oleh penggunaan obat.

Description

Validasi file repositori 10 Juli 2026_Firli

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By