Implementasi Chair Based Exercises pada Lansia dengan Risiko Jatuh di Griya Lansia Gerbang Mas
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah kesehatan yang serius karena dapat menyebabkan cedera, penurunan mobilitas, kehilangan kemandirian, serta penurunan kualitas hidup.
Melaksanakan Implementasi Chair Based Exercises pada Lansia dengan Risiko Jatuh di Griya Lansia Gerbang Mas.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan lansia (Ny. S) yang memiliki diagnosis keperawatan risiko jatuh dengan kriteria hasil Lansia dengan usia 60-90 tahun laki-laki atau perempuan, menunjukkan gejala faktor risiko jatuh dengan skor resiko jatuh sedang (21-40) pada kuisioner BBS, mampu duduk di kursi secara mandiri atau dengan bantuan minimal. Intervensi Chair Based Exercises diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi ±15–30 menit setiap sesi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami maslah keperawatan risiko jatuh, dengan hasil risiko jatuh sedang berdasarkan skor BBS 39 dan risiko jatuh tinggi berdasarkan skor MFS 65. Setelah diberikan intervensi Chair Based Exercises, terjadi peningkatan skor BBS menjadi 46 dan penurunan skor MFS menjadi 30. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat jatuh secara bertahap, dari kategori cukup meningkat skor 2 hingga sedang skor 3 menjadi kategori menurun skor 5.
Chair Based Exercises memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat jatuh pada lansia. Intervensi ini dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam praktik keperawatan gerontik untuk meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, stabilitas tubuh, dan keamanan mobilisasi pada lansia dengan risiko jatuh.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
