Konseling Laktasi pada Ibu Postpartum dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif di Ruang Teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Masalah menyusui tidak efektif pada ibu postpartum, seperti pelekatan kurang tepat, rendahnya produksi ASI menjadi penghambat keberhasilan menyusui efektif. Pengetahuan minim mengenai cara menyusui menjadi faktor pengganggu kegiatan laktasi yang berdampak pada bayi dan ibu, bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif berisiko lebih tinggi mengalami malnutrisi hingga stunting. Pada ibu, memicu perasaan gagal, dan meningkatkan risiko depresi postpartum. Sehingga proses menyusui menjadi tidak efektif dan diperlukan implementasi konseling laktasi.Tujuan penelitian ini mengetahui perbaikan status menyusui pada ibu postpartum dengan masalah menyusui tidak efektif di Ruang Teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu partisipan yang di rawat di ruang Teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang yaitu ibu postpartum pervaginam, memenuhi 80% tanda mayor, mengalami masalah menyusui tidak efektif dan bersedia berpartisipasi. Intervensi yang diberikan yaitu konseling laktasi dengan pendekatan metode LATCH 1 kali sehari selama 3 hari durasi 30 menit. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi menggunakan skor LATCH dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif yaitu membandingkan skor LATCH sebelum dan setelah intervensi dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan implementasi konseling laktasi dapat meningkatkan status menyusui pada Ny. A, terlihat dari data sebelum intervensi, ASI tidak keluar dan skor LATCH di angka 5 (kurang). Setelah implementasi selama 3 hari durasi 30 menit per sesi, terjadi peningkatan skor LATCH menjadi 8 pada hari kedua dan mencapai skor tertinggi 10 (efektif) pada hari ketiga. Kriteria evaluasi juga tercapai. Partisipan menunjukkan perbaikan perlekatan bayi pada payudara, peningkatan pancaran ASI, penurunan kelelahan dan kecemasan maternal. Implementasi konseling laktasi ini memerlukan pendekatan terencana dan dukungan emosional. Dari hasil penelitian ini, diharapkan perawat dapat mengoptimalkan perawatan bagi ibu dan bayi dengan memberikan edukasi dan panduan yang tepat mengenai teknik menyusui. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mengeksplorasi faktor lain yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui mengenai efektivitas metode laktasi pada ibu postpartum.
Description
Finalisasi Maya_09 Juli 2026
