Terapi Mengunyah Permen Karet pada Pasien Postlaparotomi dengan Disfungsi Motilitas Gastrointerestinal di Ruang Asparaga RSUD dr. Haryoto Lumajang

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Prosedur bedah mayor laparotomi atas indikasi ileus obstruktif memiliki risiko tinggi memicu komplikasi post-operative ileus (poi). Kondisi ini bermanifestasi sebagai masalah keperawatan disfungsi motilitas gastrointestinal yang ditandai dengan data mayor berupa absennya flatus dan penurunan bising usus. Jika tidak segera ditangani, stasis gas intraluminal berisiko memicu distensi abdomen hebat hingga dehisiensi luka operasi, sehingga diperlukan intervensi sham feeding melalui terapi mengunyah permen karet untuk merangsang aktivitas saraf parasimpatis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang dilaksanakan selama tiga hari di ruang asparaga RSUD dr. Haryoto lumajang. Partisipan terdiri atas dua pasien pascaoperasi laparotomi yang memenuhi kriteria inklusi berupa kesadaran penuh serta mengalami masalah keperawatan disfungsi motilitas gastrointestinal. Sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien yang memiliki riwayat alergi permen karet, mengalami komplikasi pascaoperasi berat, obstruksi mekanik permanen, atau menggunakan nasogastric tube, dalam kondisi kesadaran penuh serta bersedia menjadi partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memenuhi lebih dari delapan puluh persen kriteria mayor masalah keperawatan disfungsi motilitas gastrointestinal yaitu belum bisa flatus dan distensi perut, dengan perbedaan keluhan perut begah serta bising usus dua kali per menit pada partisipan satu, serta mual pusing dan bising usus empat kali per menit pada partisipan dua. Implementasi yang diterapkan adalah mengunyah dua butir permen karet bebas gula mengandung xylitol yang dilakukan sebanyak tiga kali sehari selama rentang waktu lima belas sampai tujuh belas menit setelah pasien mencapai kesadaran penuh. Setelah dilakukan intervensi, masalah disfungsi motilitas gastrointestinal kedua partisipan membaik, ditandai dengan keluhan kram perut, distensi abdomen, dan mual menurun, bising usus meningkat normal menjadi dua belas kali per menit pada partisipan satu dan sepuluh kali per menit pada partisipan hai, serta flatus muncul cepat yaitu empat puluh lima menit pada partisipan dua dan satu koma lima jam pada partisipan satu, sehingga tujuan tercapai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terapi mengunyah permen karet bebas gula konsisten dan efektif untuk mengatasi masalah disfungsi motilitas gastrointestinal pada pasien pascaoperasi laparotomi. Dari hasil penelitian ini diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan instrumen pemantauan yang lebih tajam serta memperpanjang durasi waktu observasi fungsi peristaltik usus pasien. Bagi perawat diharapkan menerapkan inovasi ini sebagai intervensi mandiri di ruang rawat bedah, dan bagi pasien diharapkan kooperatif memadukan terapi dengan mobilisasi dini agar pemulihan saluran cerna berjalan lebih cepat

Description

Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By