Penulisan Naskah Film Dokumenter Pojhién Menggunakan Gaya Observational

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas ilmu budaya

Abstract

Masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat tidak mungkin ada tanpa kebudayaan begitu juga sebaliknya. Kebudayaan memiliki makna dalam setiap pelaksanaannya dan setiap kebudayaan perlu dipertahankan eksistensinya. Atas dasar mempertahankan dan menyampaikan makna yang terkandung dalam sebuah kebudayaan tersebut, pengkarya membuat film dokumenter yang berjudul Pojhién yang dilatar belakangi oleh salah satu kesenian yang ada di Bondowoso. Kesenian pojhién yang berada di Dusun Panggung Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso memiliki nilai yang relevan dengan kehidupan sehari hari. Trilogi antara Tuhan, manusia dan alam menjadi pokok utama dalam kesenian pojhién. Pengkarya menulis naskah film dokumenter pojhién menggunakan 3 segment untuk membagi pokok pembahasan. Film Pojhién membahas mengenai sejarah, filosofi dalam setiap permainan dan mempertontonkan pertunjukan kesenian pojhién. Dikemas dengan genre dokumenter berdurasi 16 menit dan menggunakan gaya observational. Gaya observational bersifat apa adanya, netral tanpa memihak siapapun namun dijelaskan tanpa menggunakan narasi. Pernyataan dan fakta lapangan disampaikan secara langsung oleh narasumber. Pengkarya juga menggunakan gaya partisipatori sebagai gaya tambahan yang membantu dalam proses penentuan pengambilan gambar film pojhién. Gaya observational dan partisipatori memiliki sifat yang saling bertolak belakang sehingga kedua gaya tersebut dapat saling melengkapi untuk membangun alur dalam film.

Description

Reupload file repository 3 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By