Klasifikasi Wilayah Risiko Kusta di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025 Menggunakan Algoritma Natural Breaks (Jenks)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Kusta adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk penularan aktif di Kabupaten Banyuwangi dengan jumlah kasus yang berfluktuasi antara tahun 2023 dan 2025. Identifikasi wilayah berisiko tinggi menggunakan algoritma klasifikasi seperti Natural Breaks (Jenks) sangat penting untuk pengendalian penyakit yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan peta tematik kusta dan faktor risikonya di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2025 menggunakan algoritma klasifikasi Natural Breaks (Jenks). Desain penelitian ekologi deskriptif digunakan. Data sekunder tahun 2025 yang terdiri dari kasus kusta, fasilitas sanitasi, kepadatan penduduk, dan kondisi perumahan, diklasifikasikan menggunakan algoritma Natural Breaks (Jenks) yang dihitung di Microsoft Excel, dengan nilai Goodness of Variance Fit (GVF) ditetapkan minimal 0,9. Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro menunjukkan risiko kusta tertinggi. Secara regional, Kabupaten Banyuwangi memiliki risiko kepadatan penduduk tertinggi; Muncar memiliki risiko kondisi perumahan tertinggi; sedangkan Kabat, Singojuruh, dan Tegaldlimo memiliki risiko fasilitas sanitasi tertinggi. Klasifikasi risiko secara keseluruhan mengidentifikasi Singojuruh, Muncar, dan Kabat sebagai kecamatan dengan risiko tertinggi. Beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi tetap berada pada risiko tinggi terhadap kusta dan faktor risiko yang terkait. Metode Natural Breaks (Jenks) terbukti menjadi alat yang efektif untuk mendukung klasifikasi risiko kusta dalam perencanaan kesehatan masyarakat.

Description

Finalisasi 9 Juli 2026_Yudi

Citation

American Psychological Association’s 7th

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By