Penolakan Peternak Daging Inggris terhadap Kerja Sama Australia–United Kingdom Free Trade Area
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini menganalisis penolakan peternak daging sapi Inggris terhadap Australia United Kingdom Free Trade Agreement (A-UKFTA) melalui National Farmers’ Union (NFU). A-UKFTA yang berlaku pada 31 Mei 2023 dipahami sebagai bentuk marketization dalam teori Double Movement Karl Polanyi karena membuka pasar daging sapi Inggris bagi Australia melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Kuota impor meningkat dari 20.616 ton pada 2023 menjadi 110.000 ton pada tahun ke-10 (2032), sebelum menuju liberalisasi penuh setelah tahun ke-15 (2037). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan terhadap dokumen pemerintah, laporan parlemen, data perdagangan, dan pernyataan NFU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NFU berperan sebagai protective countermovement melalui tiga instrumen: tuntutan safeguard, kesetaraan standar produksi sebagai regulasi non-tarif, dan penguatan Trade and Agriculture Commission. Penolakan NFU tidak bersifat anti-perdagangan, tetapi bertujuan melindungi produsen domestik. Dengan demikian, penolakan NFU mencerminkan proses re-embeddedness dalam perdagangan internasional kontemporer.
Description
Finalisasi Maya_08 Juli 2026
