Evaluasi Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di PT Hasnur Riung Sinergi, Kalimantan Selatan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba adalah rangkaian kebijakan, prosedur, dan praktik yang dirancang untuk memastikan keselamatan pekerja dan operasional dalam industri pertambangan, terbagi atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Operasi (KO) Pertambangan. PT Hasnur Riung Sinergi (HRS) sebagai perusahaan dengan Izin Usaha Jasa Pertambangan, berkewajiban untuk menerapkan SMKP Minerba. Pada tahun 2022, menurut hasil audit internal SMKP Minerba PT HRS mendapatkan predikat dengan tingkat penilaian kurang dan hanya mendapatkan surat keterangan telah audit, hal ini dikarenakan pada penerapan yang sudah mencapai 71% terdapat temuan mayor tetapi tidak terdapat temuan dengan kategori kritikal, dan pada penerapan pengelolaan KO Pertambangan terdapat temuan minor. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran penerapan SMKP Minerba pada pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan, faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat keselamatan kerja berdasarkan pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan, dan penerapan pelaksanaan KO Pertambangan terhadap tingkat keselamatan kerja.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mixed method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, adapun data yang gunakan yaitu data wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, serta data audit internal SMKP Minerba untuk metode kualitatif guna mengetahui gambaran penerapan SMKP Minerba. Data yang digunakan dalam metode kuantitatif menggunakan data hasil kuesioner dengan 30 pertanyaan dan 68 responden yang diambil dari departemen plant, pengambilan sampel menggunakan menggunakan teknik simple random sampling. Faktor yang terdapat dalam penelitian ini adalah tingkat keselamatan kerja sebagai variabel terikat dan faktor sistem dan pelaksanaan pemeliharaan/perawatan SPIP, faktor pengamanan instalasi, faktor kelayakan SPIP, faktor tenaga teknis berkompeten, dan faktor evaluasi laporan hasil kajian teknis pertambangan sebagai variabel bebas.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan SMKP Minerba tentang pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan di PT Hasnur Riung Sinergi pada tahun 2022 yaitu pada 60% atau terpenuhi sebagai 12 poin dari total maksimal 20 poin. Secara keseluruhan, perusahaan telah menerapkan pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan dengan melaksanakan pemeliharaan pada SPIP sesuai dengan standar operasional prosedur, adanya pengamanan instalasi, melakukan uji kelayakan pada SPIP yang digunakan dalam kegiatan operasional, kegiatan dilakukan oleh tenaga teknis kompeten sesuai dengan kegiatan yang dilakukan, dan melakukan 2022 sesuai hasil audit internal didapatkan perusahaan memenuhi 9 dari 19 jenis kompetensi tenaga teknis dan adanya restrukturisasi organisasi perusahaan yang menyebabkan kurang terpetakannya tenaga teknis pada saat dilakukannya audit internal.
Hasil uji analisis regresi linier berganda didapatkan bahwa sistem dan pelaksanaan pemeliharaan/perawatan SPIP, pengamanan instalasi, kelayakan SPIP, tenaga teknis berkompeten, dan evaluasi laporan hasil kajian teknis pertambangan merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat keselamatan kerja menurut SMKP Minerba tentang pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan, apabila faktor-faktor tersebut tidak dilaksanakan maka tingkat keselamatan kerja akan menurun, yang berarti tinggi rendahnya penerapan SMKP Minerba tentang pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan berpengaruh terhadap keselamatan kerja. Faktor kelayakan SPIP memiliki nilai pengaruh tertinggi dibandingkan dengan faktor lainnya. Berdasarkan hasil uji ANOVA dengan nilai F yang didapat sebesar 14,410 dan nilai signifikansi kurang dari 5%, didapatkan bahwa penerapan pada faktor-faktor pelaksanaan pengelolaan KO berpengaruh signifikan terhadap tingkat keselamatan kerja, dan hasil uji koefisien determinasi didapat bahwa pengaruh yang diberikan sebesar 50%. Sehingga, pelaksanaan pengelolaan KO Pertambangan dapat diterapkan secara maksimal karena memiliki pengaruh terhadap tingkat keselamatan kerja.evaluasi sebelum dilakukannya kegiatan. Hanya saja, terdapat kendala seperti kurangnya pemenuhan tenaga teknis kompeten, yaitu pada tahun
Description
Reuplod Repository Ratna 7 Juli 2026
Validasi dan Finalisasi Ratna 7 Juli 2026
