Analisis Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa di Jember terhadap Pemanfaatan Sumber Informasi Digital dalam Upaya Swamedikasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Swamedikasi merupakan kegiatan memilih dan menggunakan obat-obatan
untuk mengobati tanda-tanda, gejala, atau masalah kesehatan tanpa menggunakan
resep. Kegiatan swamedikasi tidak hanya ditemukan di kalangan masyarakat umum
tetapi juga pada mahasiswa. Semakin tinggi sikap keingintahuan mahasiswa akan
mendorong dilakukannya perilaku pencarian informasi sehingga berujung kegiatan
swamedikasi. Kegiatan tersebut berawal dari pernah mendapatkan obat tersebut
dari resep lama, disarankan oleh orang terdekat dan memiliki pengalaman yang
cukup tentang penyakit sebelumnya. Selain itu, kedekatan mahasiswa dengan
media digital dan kemudahan akses berbagai informasi menjadi faktor penyebab
utama munculnya kegiatan swamedikasi. Namun, hal yang harus dikhawatirkan
yaitu perilaku mahasiswa dalam pencarian informasi digital. Hal tersebut
disebabkan karena lemahnya kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi
informasi yang diperoleh sehingga berpotensi mendapat informasi yang kurang
relevan
Penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran pengetahuan, sikap dan
perilaku mahasiswa di Jember terhadap pemanfaatan sumber informasi digital
dalam upaya swamedikasi. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kuantitatif
observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini
ditentukan dengan rumus Slovin dan diperoleh sebesar 403 mahasiswa di
Kabupaten Jember, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Pengambilan
sampel dilakukan dengan non-probability sampling. Pemilihan sampel berdasarkan
kriteria inklusi dan ekslusi. Pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pemanfaatan
sumber informasi digital dalam upaya swamedikasi diadopsi dan dimodifikasi dari
kuesioner Alduraibi & Altowayan (2022). Kuesioner bagian pengetahuan
ditentukan dengan skala Guttman, bagian sikap dengan skala Likert, bagian perilaku ditentukan dengan multiple choice. Data disajikan dalam tabel distribusi
frekuensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif
dan uji Chi-Square untuk menentukan adanya hubungan antara karakter
sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan.
Hasil penelitian menunjukan dari 403 responden, mayoritas berusia 20-24
(74,7%), berjenis kelamin perempuan (73,4%), menempuh jenjang pendikan S1
(88,6%), dan jurusan nonkesehatan (68,2%), serta berasal dari Universitas Jember
(48,9%). Sebagian besar memiliki asuransi kesehatan (72,2 %) berupa BPJS
(71,2%) dan tidak memiliki penyakit yang diderita (87,8%). Tingkat pengetahuan
mahasiswa di Kabupaten Jember terhadap pemanfaatan sumber informasi digital
dalam upaya swamedikasi termasuk dalam kategori cukup (61,8%), sedangkan
sikap mahasiswa terhadap pemanfaatan sumber informasi dalam upaya
swamedikasi termasuk dalam kategori negatif (53,8 %). Dari hasil analisis perilaku
diperoleh bahwa mahasiswa di Kabupaten Jember pernah melakukan swamedikasi
dengan mengggunakan sumber informasi digital, namun masih perlu dalam
peningkatan kemampuan dalam memahami literasi digital karena mayoritas
memiliki pemahaman sebagian (72%) dan masih terdapat mahasiswa yang
menggunakan obat-obatan keras seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, antibiotik,
antidepresan dan aspirin. Terdapat hubungan signifikan antara jurusan, kepemilikan
asuransi dan penyakit yang diderita dengan tingkat pengetahuan. Hal tersebut
dibuktikan dengan hasil uji analisis Chi-Square yang menghasilkan nilai p<0,05.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 7 Juli 2026
