ANALISIS PREFERENSI MAHASISWA EKONOMI SYARIAH FEB UNEJ TERHADAP PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI MEDIA PEMBAYARAN SEDEKAH DIGITAL
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah kode QR standar nasional yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi digital non-tunai. Penggunaan QRIS dapat diimplementasikan ke dalam berbagai macam transaksi, tidak terkecuali sedekah. Seiring perkembangan teknologi, bersedekah pun kini dapat dilakukan baik secara tunai maupun digital seperti QRIS. Sedekah dan infaq merupakan ibadah yang memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan. Salah satu anggota masyarakat yang memahami keutamaan bersedekah adalah mahasiswa Ekonomi Syariah FEB UNEJ yang dididik untuk berkontribusi dalam fenomena masyarakat termasuk adanya Sedekah Digital. Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan mengetahui preferensi mahasiswa Ekonomi Syariah FEB UNEJ terhadap Penggunaan QRIS sebagai Media Pembayaran Sedekah Digital.
Penelitian ini mempunyai tiga variabel independen yaitu Preferensi Penggunaan Tunai , Persepsi Kemudahan , Persepsi Kemanfaatan , serta satu variabel dependen yaitu Penggunaan QRIS sebagai Media Pembayaran Sedekah Digital. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling serta mengukur hasil jawaban kuesioner menggunakan skala likert. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 84 sampel dilanjutkan dengan analisis Regresi Linier Berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistic 26.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan tidak berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan QRIS sebagai Media Pembayaran Sedekah Digital. Sedangkan Preferensi Penggunaan Tunai dan Persepsi Kemanfaatan berpengaruh signifikan terhadap Penggunaan QRIS sebagai Media Pembayaran Sedekah Digital.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 07 Juli 2026_Kholif Basri
