Problem Alienasi Peran Ganda Buruh Pabrik Perempuan Dalam Keluarga dan Pekerjaan (Studi Kasus PT Pancamitra Multiperdana Situbondo)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Ditinjau dari perspektif Karl Marx, problema peran ganda yang dialami buruh perempuan memperlihatkan adanya berbagai bentuk alienasi. Buruh perempuan mengalami keterasingan terhadap hasil kerja karena tidak memiliki kendali terhadap hasil produksi yang dihasilkan. Mereka juga mengalami keterasingan terhadap aktivitas kerja akibat pekerjaan yang bersifat rutin dan dilakukan terutama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Selain itu, keterbatasan waktu dan beban pekerjaan menyebabkan perempuan mengalami keterasingan terhadap diri sendiri karena kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memenuhi kebutuhan pribadi menjadi sangat terbatas. Keterasingan juga terjadi dalam hubungan sosial, ditandai dengan berkurangnya interaksi bersama anak, pasangan, maupun lingkungan sekitar akibat padatnya aktivitas pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa problema peran ganda buruh perempuan tidak hanya berkaitan dengan pembagian peran dalam keluarga, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang menuntut perempuan menjalankan dua tanggung jawab sekaligus. Tekanan ekonomi, tuntutan pekerjaan, dan tanggung jawab domestik saling berkaitan sehingga memunculkan berbagai bentuk alienasi sebagaimana dijelaskan dalam teori Karl Marx. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan berbagai pihak terkait agar perempuan memperoleh pembagian peran yang lebih seimbang sehingga mampu menjalankan peran dalam pekerjaan maupun keluarga dengan lebih baik.

Description

Validasi dan Finalisasi Ratna 6 Juli 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By