Dinamika Perkeretaapian Jalur Surabaya-Pasuruan-Malang Tahun 1875-1942
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika yang terjadi ketika Staatsspoorwegen / SS
membangun dan mengoperasikan jalur Surabaya-Pasuruan-Malang selama periode
1875-1942. Pembangunan jalur ini awalnya dimaksudkan untuk mendukung
logistik komoditas produk pemerintah (gula, garam, dan kopi) kemudian
berkembang menjadi tulang punggung ekonomi yang mengintegrasikan pedalaman
Jawa Bagian Timur ke pasar global. Rumusan masalah dalam kajian ini adalah
faktor-faktor yang melatarbelakangi pembangunan jalur kereta api SurabayaPasuruan-Malang, pembangunan dan operasionalnya, serta apa dampaknya
terhadap keadaan sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah
mencakup pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Pendekatan sosiologi transportasi dengan teori Struktural Fungsional dari Talcott
Parsons digunakan untuk membedah penyelenggaraan perkeretaapian yang saling
berhubungan satu sama lainnya. Ruang lingkup temporal dimulai pada tahun 1875
sebagai awal pembangunan lalu diakhiri pada tahun 1942 karena pergantian
kekuasaan dari Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda kepada Pemerintah Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SS berhasil meningkatkan efisiensi logistik,
memicu urbanisasi, dan mendorong pembangunan infrastruktur kota di Surabaya
dan Malang. Meski menghadapi tantangan krisis ekonomi global serta persaingan
dengan transportasi darat, SS terus berinovasi melalui modernisasi layanan dan
armada. Secara sosial ekonomi, kehadiran kereta api menciptakan mobilitas massal
dan stratifikasi kelas, serta pada sisi yang lain memicu konflik agraria dan
mematikan ekosistem transportasi tradisional. Era kejayaan SS berakhir dramatis
pada 1942 ketika militer Jepang mengambil alih dan merombak total fungsi
perkeretaapian untuk kepentingan perang.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Juli 2026_Kholif Basri
