Analisis Strategi Pengembangan Industri Pengalengan Ikan Lemuru Untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha (Studi Kasus : CV. Indo Jaya Pratama)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Industri pengalengan ikan lemuru merupakan sektor strategis yang berperan
penting dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan nilai tambah hasil
perikanan. CV. Indo Jaya Pratama sebagai salah satu industri pengolahan ikan di
Muncar menghadapi berbagai permasalahan yang memengaruhi kinerja usahanya.
Permasalahan tersebut meliputi fluktuasi ketersediaan bahan baku, keterbatasan
inovasi produk, serta belum optimalnya strategi pemasaran dan penguatan merek.
Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya daya saing perusahaan di
tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal
perusahaan, merumuskan alternatif strategi pengembangan, serta menentukan
prioritas strategi yang paling tepat dalam meningkatkan daya saing usaha. Metode
yang digunakan adalah analisis SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP).
Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor
internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan
ancaman sebagai dasar dalam merumuskan alternatif strategi pengembangan
perusahaan. Selanjutnya, metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas
strategi yang paling optimal melalui proses pembobotan kriteria dan perbandingan
antar alternatif secara sistematis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada responden internal dan expert
perusahaan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sejumlah kekuatan,
antara lain lokasi yang strategis, kapasitas produksi yang besar, kemitraan dengan
perusahaan nasional, serta penerapan standar mutu yang baik. Di sisi lain,
perusahaan juga menghadapi beberapa kelemahan seperti ketergantungan terhadap
bahan baku, keterbatasan promosi produk mandiri, serta belum optimalnya sistem manajemen dan inovasi produk. Faktor eksternal menunjukkan adanya peluang
berupa meningkatnya permintaan produk ikan kaleng, perkembangan e-commerce,
serta dukungan pemerintah terhadap industri perikanan. Namun demikian,
perusahaan juga dihadapkan pada berbagai ancaman seperti tingginya persaingan
industri, fluktuasi ketersediaan bahan baku, dan peningkatan biaya produksi.
Berdasarkan hasil analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE
(External Factor Evaluation) serta pemetaan pada diagram SWOT, posisi
perusahaan berada pada kondisi yang mengarah pada penerapan strategi WO
(Weakness–Opportunity).
Hasil pembobotan menggunakan AHP menunjukkan bahwa strategi
penguatan sistem persediaan bahan baku melalui pengelolaan stok berbasis cold
storage dan perencanaan pasokan (WO5) memperoleh bobot tertinggi sebesar
0,409 sehingga menjadi strategi prioritas utama. Strategi tersebut diikuti oleh
digitalisasi sistem pengawasan mutu dan pencatatan produksi (WO3) dengan bobot
0,162. Peningkatan promosi dan brand awareness produk melalui digital marketing
dan e-commerce (WO1) memiliki bobot sebesar 0,154, sedangkan perluasan
jaringan distribusi melalui kerja sama mitra industri dan pasar ekspor (WO2)
sebesar 0,140. Strategi dengan bobot terendah adalah diversifikasi varian produk
sarden (WO4) dengan nilai sebesar 0,136.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan sistem persediaan bahan
baku menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas produksi. Penerapan sistem
perencanaan pasokan yang terintegrasi dengan dukungan cold storage diharapkan
mampu mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi hasil tangkapan,
meminimalkan risiko penghentian produksi, serta meningkatkan efisiensi
operasional. Strategi lainnya berperan sebagai pendukung dalam memperkuat daya
saing perusahaan, khususnya melalui peningkatan kualitas manajemen, pemasaran,
distribusi, dan inovasi produk.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 2 Juli 2026
