Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) pada Anak Gizi Kurang (Wasting) Usia 6-23 Bulan (Studi Kualitatif di Desa Mangaran Kecamatan Ajung)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Abstract

Gizi kurang merupakan permasalahan gizi di Indonesia yang sering dijumpai. Gizi kurang 3 kali berisiko mengalami stunting, yang meningkatkan risiko terjadinya kematian sebesar 12 kali daripada anak dengan gizi baik. Desa Mangaran menjadi desa dengan angka gizi kurang tertinggi di daerah Puskesmas Ajung. Hasil Survei Mawas Diri yang dilakukan oleh Puskesmas Ajung anak gizi kurang tidak mendapatkan praktik pemberian MP ASI yang tepat. Studi pendahuluan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa anak gizi kurang tidak mendapatkan praktik pemberian MP ASI yang tepat. Pada studi pendahuluan diketahui di Desa Mangaran bahwa penyuluhan terkait pemberian MP ASI sudah diberikan namun, masih terdapat ibu anak usia 6-23 bulan yang memberikan MP ASI dengan cara yang tidak tepat. Hal ini dapat dilihat bahwa ibu memberikan MP ASI dengan tekstur yang kasar dan hanya berupa nasi dan sayur supaya anak mau makan sayur saat sudah remaja, diketahui bahwa terdapat kesenjangan pada pengetahuan dan perilaku pemberian MP ASI, oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih mendalam terkait pemberian MP ASI pada anak gizi kurang(wasting) usia 6-23 bulan di Desa Mangaran Kecamatan Ajung.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2024. Tempat penelitian yaitu di Desa Mangaran. Informan penelitian ini adalah bidan wilayah desa Mangaran dan penanggung jawab gizi Puskesmas Ajung sebagai informan kunci dan ibu anak gizi kurang (wasting) usia 6-23 bulan sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan observasi dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber dan metode serta uji dependabilitas dengan dosen pembimbing. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi. viHasil penelitian menunjukkan bahwa informan utama memiliki pendidikan terakhir SMP sebanyak 6 informan dan informan tidak bekerja sebanyak 5informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gizi kurang (wasting) disebabkan oleh praktik MP ASI yang tidak sesuai dengan pedoman PMBA dan kurangnya pengetahuan pengasuh terkait praktik MP ASI yang tepat. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari informan kunci yang mengatakan bahwa gizi kurang di Mangaran disebabkan oleh kurangnya intake pada anak dan pengetahuan ibu.Pemberian aspek MP ASI tepat waktu menunjukkan informan sudah memberikan MP ASI tepat waktu karena informan telah mengetahui usia pemberian MP ASI pertama kali. Pemberian aspek MP ASI yang aman mayoritas informan sudah memperhatikan dalam persiapan, penyimpanan dan pengolahan MP ASI, namun masih terdapat 3 informan yang mengolah MP ASI yang tidak matang sempurnakarena beranggapan anak akan lebih mudah saat mengonsumsi telur karena teksturnya yang lembut. Pemberian aspek MP ASI dengan cara yang benar menunjukkan bahwa 8 informan memberikan MP ASI dengan adanya distraksisupaya anak tetap mau makan. Pemberian aspek MP ASI adekuat mayoritas tidak sesuai, pada aspek tekstur informan memberikan yang kasar daripada seharusnya karena beranggapan bahwa anak sudah mampu dan melatih supaya anak bisa mengunyah. Aspek jumlah dan frekuensi MP ASI tidak sesuai karena anak hanya mau mengonsumsi MP ASI dalam jumlah sedikit dan menolak saat diberi MP ASI. Variasi makanan pada MP ASI diberikan informan cenderung kurang bervariatif yaitu nasi dan sayur, karena informan takut anak muntah saat diberi protein hewani dan jenis MP ASI yang diberikan hanya MP ASI yang disukai anak saja.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu anak gizi kurang usia 6-23 bulan di Desa Mangaran masih menerima praktik pemberian MP ASI yang tidak sesuai dengan pedoman PMBA yang disebabkan oleh pengetahuan pengasuh yang kurang terkait praktik pemberian MP ASI yang tepat. Saran dari peneliti yaitu penyuluhan berbasis grup whatsapp dengan mengirimkan video pendek yang menarik terkait praktik pemberian MP ASI yang tepat, sehingga sasaran tidak perlu datang ke tempat. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat berfokus pada aspek MP ASI adekuatuntuk melihat kualitas dan kuantitas dari MP ASI yang diberikan.

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By