Perbedaan Derajat Nyeri Setelah Konsumsi Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merril) pada Remaja Putri Penderita Dismenore (Studi Penelitian pada SMKS Nahdlatuth Thalabah Wuluhan)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Kedelai hitam (Glycine max (L.) Merrill) mengandung antosianin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi membantu menurunkan nyeri dismenore. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi kedelai hitam kukus terhadap derajat nyeri dismenore primer pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan pendekatan pre-test–post-test control group yang dilaksanakan pada April 2026 di SMKS Nahdlatuth Thalabah Wuluhan, Kabupaten Jember. Sebanyak 60 responden dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh kedelai hitam kukus sebanyak 65 gram per hari selama tiga hari pertama menstruasi, sedangkan kelompok kontrol hanya memperoleh air mineral. Derajat nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rerata derajat nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 6,71cm menjadi 5,52cm, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 6,65 cm menjadi 7,00 cm. Terdapat perbedaan bermakna derajat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok serta perbedaan derajat nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan (p<0,001). Konsumsi kedelai hitam kukus berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis berbasis pangan lokal untuk membantu menurunkan derajat nyeri dismenore primer pada remaja putri.
Description
Finalisasi 1 Juli 2026_Yudi
