Pengujian Berbagai Media Fermentasi Substrat Padat terhadap Kuantitas dan Kualitas Trichoderma Asperellum Secara In Vitro

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Trichoderma asperellum merupakan fungi yang memiliki sifat antagonis terhadap beberapa jamur patogen. Jamur Trichoderma asperellum memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai agen hayati pengendali jamur patogen, biofertilizer, plant growth promoting fungi (PGPF) maupun sebagai bioremediasi. Trichoderma asperellum bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam berbagai kegiatan pertanian. Trichoderma asperellum telah banyak digunakan dalam industri biopestisida dan biofertilizer. Pada skala industri pengembangan Trichoderma asperellum diantaranya menggunakan fermentasi substrat padat sebagai media perbanyakan Trichoderma asperellum Fermentasi substrat padat menggunakan media padat yang digunakan sebagai sumber nutrisi oleh jamur. Fermentasi substrat padat dapat menggunakan media dari hasil pertanian seperti hasil panen maupun limbah sisa pertanian. Fermentasi substrat padat dipilih karena salah satunya yaitu media yang digunakan memiliki harga yang murah dan ketersediaannya banyak di alam. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui media yang tepat untuk produksi Trichoderma asperellum Penelitian dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas Trichoderma asperellum pada berbagai media substrat padat dengan berbagai wadah. Penelitian dilakukan dengan media fermentasi substrat padat berupa media jagung, gandum, millet dan media kombinasi jagung millet, gandum millet dan gandum jagung. Wadah yang digunakan adalah tabung Erlenmeyer dan plastik tahan panas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Penelitian dilakukan diawali dengan mempersiapkan media fermentasi substrat padat yang dimasak setengah matang dan dimasukkan kedalam wadah tabung Erlenmeyer dan plastik tahan panas. Media dan wadah kemudian disterilisasi menggunakan autoklaf dan diinokulasi Trichoderma asperellum yang sebelumnya sudah disiapkan. Setelah diinkubasi selama 7 hari kemudian Trichoderma asperellum dikeringkan dan diayak sehingga tersisa konidianya saja. Konidia tersebut kemudian dilakukan pengujian biomassa, kerapatan dan perkecambahan Trichoderma asperellum

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By