Perencanaan Sequence Backfilling Pada Area Mined Out Pit X
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknik
Abstract
Kegiatan pertambangan terbuka dapat menyebabkan beberapa dampak
terhadap lingkungan di sekitar area penambangan. Dampak tersebut menjadi
perhatian khusus untuk perusahaan tambang baik yang masih berjalan atau
pertambangan yang telah selesai. Perusahaan tambang dan juga pemerintah
berkontribusi dalam melakukan penanganan untuk mengurangi dampak negatif
yang disebabkan aktivitas penambangan di Indonesia. Berdasarkan Peraturan
Menteri ESDM No 26 Tahun 2018, lahan bekas galian tambang harus ditangani
untuk mengurangi dampak negatif tersebut dengan melakukan reklamasi tambang.
Tahap awal dalam kegiatan reklamasi yaitu dengan melakukan pengembalian
tanah penutup dan material yang tidak berharga hasil penambangan atau dapat
disebut juga dengan backfilling. Pada kegiatan backfilling perusahaan harus dapat
mengoptimalkan material yang tersedia agar perencanaan penimbunan sesuai
dengan kaidah pertambangan yang baik. Hal ini juga mempertimbangkan faktor
dari kestabilan lereng backfilling yang telah diatur dalam Keputusan Menteri
ESDM no 1827K/30/MEM/2018. Kegiatan backfilling juga membutuhkan alat
berat untuk mendukung berjalannya aktivitas penimbunan. Target kegiatan
backfilling berhubungan dengan nilai produktivitas alat-alat berat yang disediakan
perusahaan. Perusahaan tambang juga mengeluarkan biaya berupa biaya bahan
bakar pada tiap alat berat yang bekerja untuk memaksimalkan kinerja alat selama
kegiatan backfilling.
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan penimbunan secara optimal
dan kondisi lereng yang stabil agar tidak terjadi kelongsoran baik pada area mined
out pit X maupun disposal. Kegiatan backfilling yang optimal direncakan secara
bertahap (sequence) sesuai keadaaan lokasi penelitian dan ketersediaan alat berat
yang dimiliki perusahaan tambang termasuk pengeluaran biaya untuk bahan bakar
alat berat. Penelitian dilakukan menggunakan beberapa software tambang seperti
perencanaan tambang, kestabilan lereng, dan software pendukung lainnya. Data
berupa desain mined out pit X, alat berat yang tersedia, material properties, dan
topografi daerah penelitian digunakan untuk analisis perencanaan backfilling.
Hasil perencanaan sequence backfilling menunjukkan 4 tahap penimbunan
yang dimulai dari elevasi terendah yaitu RL 36,5 hingga elevasi tertinggi pada RL
151,1. Volume tanah penutup yang dibutuhkan untuk menimbun pit X sebanyak
3119792,70 m3. Pada tiap tahap sequence keadaan lereng dalam kondisi stabil
dengan nilai faktor keamanan terendah 1,489 yaitu pada tahap 1. Hal ini sesuai
dengan Keputusan Menteri ESDM No 1827K/30/MEM/2018 yaitu ≥ 1.3.
Kegiataan backfilling menggunakan 2 excavator CAT 330, 12 dump truck UD
Quester CWE 370, dan 1 bulldozer Komatsu D6R dilakukan selama 30 bulan.
Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk bahan bakar semua unit pada kegiatan
backfilling hingga selesai sebesar Rp. 38.699.049.260. Perencanaan penyaliran
dan kegiatan reklamasi pasca tambang diperlukan agar perusahaan dapat
mengupayakan pengembalian bentuk lahan seperti semula serta menerapkan
kaidah pertambangan yang baik
Description
Reupload file depository 2 februari 2026_agus/feren
