Peningkatan Kinerja Model Bilstm untuk Klasifikasi Depresi pada Platform Sosial Media X melalui Penerapan Dropout Layer
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang sering tidak terdeteksi
secara dini akibat rendahnya kesadaran dan stigma sosial. Media sosial X menjadi
sumber data potensial karena pengguna kerap mengekspresikan kondisi
emosionalnya melalui unggahan teks secara real time. Oleh karena itu, model
Bidirectional Long Short-Term Memory (BILSTM) dimanfaatkan untuk
mengklasifikasikan gejala depresi berdasarkan indikator Diagnostic and Statistical
Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM V). Untuk meningkatkan
kemampuan generalisasi model dan mengurangi risiko overfitting, diterapkan
dropout layer serta hyperparameter tuning.
Dataset dikumpulkan dari media sosial X dengan cara crawlling
menggunakan tweet-harvest. Kemudian proses penelitian dilanjutkan dengan
pelabelan dataset secara manual terdiri dari 10 kelas (9 gejala depresi DSM V dan
1 non-depresi) dengan mempertimbangkan saran dari ahli psikolog. Setelah proses
pelabelan, dilanjutkan dengan tahap preprocessing, representasi dokumen teks
menggunakan Word2Vec, pembagian dataset, dan pemodelan. Pemodelan dilakukan
menjadi 4 skenario (BILSTM standar, BILSTM dengan dropout layer, BILSTM
dengan hyperparameter tuning, BILSTM dengan hyperparameter tuning dan
dropout layer). Masing-masing skenario diuji menggunakan 3 rasio pembagian data
yang berbeda, yaitu 90:5:5, 80:10:10, 70:15:15 yang terdiri dari data training, data
validation, dan data testing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa terbaik diperoleh pada
model BILSTM dengan penerapan dropout layer pada rasio data 90:5:5, dengan
nilai F1-score sebesar 93% dan selisih F1-score training–validation sebesar 7%.
Nilai F1-score yang tinggi menunjukkan peningkatan kemampuan generalisasi
model, sedangkan selisih yang relatif kecil mengindikasikan bahwa dropout layer efektif menekan overfitting. Proporsi data training yang lebih besar serta data
validation yang relatif kecil membantu model BILSTM mempelajari pola bahasa
depresi lebih kompleks.
Description
Approved by Teddy
