Show simple item record

dc.contributor.advisorNOVITA, Elida
dc.contributor.advisorWAHYUNINGSIH, Sri
dc.contributor.authorSA" DIYA, Halimatus
dc.date.accessioned2020-09-02T02:50:23Z
dc.date.available2020-09-02T02:50:23Z
dc.date.issued2019-09-10
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/100837
dc.description.abstractRumah pemotongan ayam menghasilkan limbah cair dan limbah padat, jika limbah cair maupun limbah padat dibuang ke badan air akan mencemari lingkungan karena mengandung bahan organik yang tinggi. Pengolahan limbah secara anaerobik merupakan teknologi alternatif untuk mengurangi bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk menentukan bagaimana perbedaan potensi produksi biogas dari variasi perlakuan bahan organik limbah cair pemotongan ayam pada reaktor batch dan 2) untuk menentukan efisiensi penurunan proses anaerobik pada penanganan limbah cair pemotongan ayam. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan April 2018 sampai dengan bulan Mei 2019. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Air, Teknik Pengendalian dan Konservasi Lingkungan, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian dan Greenhouse Jurusan Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap 1 yaitu pencampuran bahan organik berupa limbah cair pemotongan ayam+ kotoran sapi dan tahap 2 yaitu melanjutkan penelitian 1 dari hasil perlakuan terbaik dengan penambahan bahan organik. Variasi perlakuan bahan organik pada penelitian 1 adalah sebagai berikut: 1) LA1 (limbah cair pemotongan ayam: kotoran sapi 50%:50%), 2) LB1 (limbah cair pemotongan ayam: kotoran sapi 60%:40%), 3) LC1 (limbah cair pemotongan ayam: kotoran sapi 70%:30%), dan 4) Kontrol1 (limbah cair pemotongan ayam 100%). Variasi perlakuan bahan organik pada penelitian 2 adalah sebagai berikut: 1) LA2 (pengambilan output bahan organik LA1 50% + penambahan limbah cair pemotongan ayam 50%), 2) LB2 (pengambilan output bahan organik LB1 50% + penambahan limbah cair pemotongan ayam 50%), 3) LC2 (pengambilan output bahan organik LC1 50% + penambahan limbah cair pemotongan ayam 50%), dan 4) K2 (pengambilan output bahan organik K1 50% + penambahan limbah cair pemotongan ayam 50%). Selanjutnya analisis data terkait efisiensi perlakuan dan analisis varian (ANOVA) dengan taraf nyata α=0,05 atau 5%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan rata-rata produksi biogas tertinggi pada penelitian 1 yaitu perlakuan LA (limbah pemotongan ayam:kotoran ayam 50%:50%) sebesar 14,38 liter dan penelitian 2 yaitu perlakuan LA2 (pengambilan output bahan organik LA1 50% + penambahan limbah cair pemotongan ayam 50%) sebesar 4,35 liter. Efisiensi penurunan pada penelitian 1 yaitu dengan parameter COD sebesar 48,52% pada perlakuan LA1, BOD sebesar 48,00% pada perlakuan LA1, TDS sebesar 51,12% pada perlakuan LA1, TSS sebesar 65,04% pada perlakuan LB1, rasio C/N sebesar 69,11% pada perlakuan LA1. Sedangkan efisiensi penurunan pada penelitian 2 yaitu dengan parameter COD sebesar 48,88% pada perlakuan Kontrol2, BOD sebesar 33,61% pada perlakuan LB2, TDS sebesar 59,60% pada perlakuan LB2, TSS sebesar 92,07% pada perlakuan LCC2, dan rasio C/N sebesar 95,21% pada perlakuan LA2.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherJurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jemberen_US
dc.relation.ispartofseries151710201035;
dc.subjectBiogas Limbah Cair Pemotongan Ayamen_US
dc.subjectBiogasen_US
dc.subjectPemotongan Ayamen_US
dc.subjectVariasi Beban Organiken_US
dc.subjectReaktor Batchen_US
dc.subjectRumah pemotongan ayamen_US
dc.titleProduksi Biogas Limbah Cair Pemotongan Ayam Dengan Variasi Bahan Organik Menggunakan Reaktor Batchen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.kodeprodi171020


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record