Fragmentasi Hasil Peledakan Batugamping Menggunakan Metode Konvensional dan Air Deck di PT United Tractors Semen Gresik, Kabupaten Tuban
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas teknik
Abstract
Batuan keras sering dijumpai pada kegiatan pertambangan sehingga
membutuhkan peledakan dalam proses produksinya. Batugamping termasuk
batuan keras sehingga diperlukan proses pengeboran dan peledakan dalam
pemberaiannya untuk memudahkan pengalian dan pemindahan ke dalam crusher.
Salah satu keberhasilan proses peledakan yaitu tercapainya persentase kelolosan
fragmentasi sesuai dengan target. Dalam proses peledakan terdapat dua metode
yang diterapkan oleh PT UTSG yaitu metode konvensional dan metode air deck
(top air deck dan bottom air deck) dengan masing-masing metode memiliki
persentase kelolosan fragmentasi yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan
penelitian mengenai perbandingan persentase kelolosan fragmentasi pada masing masing metode yang sesuai dengan target perusahaan yaitu pada ukuran ayakan
yang kurang dari atau sama dengan 80 cm harus memiliki persentase kelolosan
fragmentasi bernilai lebih dari atau sama dengan 85%. Apabila nilai persentase
kelolosan fragmentasi belum memenuhi target, maka diperlukan perancangan
geometri peledakan.
Penelitian ini diawali dengan perumusan masalah yang dilanjutkan
pengumpulan data berupa data primer (geometri aktual, dan dokumentasi
fragmentasi batugamping) dan data sekunder (air deck length dan bahan peledak).
Data dokumentasi fragmentasi diolah dengan image analysis, sedangkan data
geometri aktual, air deck length, dan bahan peledak diolah menggunakan
perhitungan Kuz-Ram. Pengolahan data tersebut digunakan untuk mengetahui
perbandingan persentase kelolosan fragmentasi pada masing-masing metode.
Adapun uji verifikasi yang digunakan sebagai perhitungan untuk menghasilkan
rata-rata persentase kesalahan mutlak yang ada diantara nilai prediksi (Kuz-Ram)
dan nilai aktual (Image Analysis) sebagai evaluasi dari hasil peramalan. Juga
dilakukan analisis regresi untuk mengetahui hubungan perhitungan Kuz-Ram
terhadap image analysis serta keakuratan perhitungan Kuz-Ram sebagai rencana
untuk merekomendasikan geometri peledakan yang optimal sehingga dapat
diterapkan di PT USG.
Hasil penelitian geometri peledakan aktual didapatkan rata-rata persentase
kelolosan fragmentasi pada image analysis di masing-masing metode yaitu
bernilai 81,45% pada metode konvensional, 83,98% pada metode top air deck,
dan 83,21% pada metode bottom air deck. Sedangkan rata-rata persentase
kelolosan fragmentasi dengan perhitungan Kuz-Ram didapatkan pada metode
konvensional bernilai 81,97% dan 84,67% pada metode air deck. Hasil analisis
tersebut didapatkan metode air deck yang menghasilkan persentase kelolosan
fragmentasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Tetapi,
rata-rata persentase kelolosan fragmentasi pada kedua metode belum memenuhi target karena rata-rata persentase kelolosan bernilai kurang dari 85%, sehingga
dilakukan rancangan geometri peledakan menggunakan Persamaan R.L.Ash dan
Persamaan C.J.Konya.
Hasil uji verifikasi pada masing-masing metode bernilai 29,18% untuk
metode konvensional, 37,23% untuk metode top air deck dan 23,22% untuk
metode bottom air deck. Uji verifikasi tersebut menunjukkan nilai diantara 20%-
50% yang artinya perhitungan Kuz-Ram layak digunakan sebagai rencana
peledakan. Adapun analisis regresi juga menunjukkan koefisien determinasi (R2)
bernilai 0,9439 pada metode konvensional, 0,9353 pada metode top air deck, dan
0,9545 pada metode bottom air deck yang berarti Hubungan antara persentase
kelolosan pada Kuz-Ram dan persentase kelolosan pada image analysis memiliki
hubungan yang “sangat baik” dikarenakan nilai koefisien determinasi mendekati
angka 1. Rancangan geometri peledakan menggunakan Persamaan R.L.Ash dan
Persamaan C.J.Konya dengan dua rancangan pada masing-masing Persamaan.
Sehingan didapatkan rekomendasi geometri peledakan yang optimal yaitu untuk
metode konvensional menggunakan Persamaan C.J.Konya dengan diameter 3,5
inch, burden 2,82 meter, spacing 3,24 meter, kedalaman 6,18 meter menghasilkan
persentase kelolosan fragmentasi 90,21%. Sedangkan pada metode air deck
direkomendasikan menggunakan Persamaan R.L.Ash dengan diameter 3,5 inch
burden 2,32 meter, spacing 3,48 meter, kedalaman 6,49 meter menghasilkan
persentase kelolosan fragmentasi 93,63%.
Description
Reupload file repositori 2 februari 2026_ratna/dea
