Pengaruh Model Flipped Classroom Berbantuan Edpuzzle terhadap Kemampuan Argumentasi Siswa SMA pada Materi SPLTV

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan pengaruh serta perbedaan yang dihasilkan dari penerapan model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan media interaktif Edpuzzle terhadap kemampuan argumentasi siswa SMA pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Latar belakang penelitian ini adalah tuntutan pendidikan abad ke-21 yang mengharuskan siswa memiliki kompetensi berpikir kritis dan argumentasi yang kuat. Namun, kenyataan di lapangan, khususnya di SMA Negeri 4 Jember, menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih cenderung tradisional dan berpusat pada guru (teacher-centered), yang mengakibatkan siswa bersikap pasif, hanya fokus pada prosedur penghitungan tanpa memahami konsep, dan kesulitan dalam memberikan alasan logis di balik setiap langkah penyelesaian masalah. Model Flipped Classroom dipilih sebagai inovasi untuk membalik alur pembelajaran konvensional, di mana siswa mempelajari materi melalui video di rumah sebelum pertemuan di kelas, sehingga waktu tatap muka dapat dioptimalkan untuk aktivitas interaktif yang menunjang kemampuan argumentasi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen (Quasi Experiment) dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Jember pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik probability sampling jenis cluster random sampling, yang menghasilkan kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas perangkat pembelajaran yang divalidasi oleh ahli serta tes kemampuan argumentasi berupa soal uraian (pretest dan posttest) yang disusun berdasarkan indikator argumentasi CER (Claim, Evidence, dan Reasoning). Proses pengumpulan data melibatkan pelaksanaan tes awal untuk mengukur kemampuan kedua kelas sebelum perlakuan, lalu pembelajaran diberikan menggunakan model Flipped Classroom berbantuan Edpuzzle di kelas eksperimen dan pengajaran langsung (Direct Instruction) di kelas kontrol, serta tes akhir untuk mengukur hasil perlakuan. Analisis data pretest menunjukkan bahwa data kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Setelah diberikan perlakuan, kelas eksperimen mencapai lebih tinggi dan menunjukkan peningkatan signifikan berdasarkan uji-t berpasangan, hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi yang lebih besar dari batas kriteria. Hal ini mengindikasikan bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan argumentasi siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model Flipped Classroom dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Temuan ini diperkuat dengan nilai effect size yang tergolong dalam kategori kecil. Analisis mendalam terhadap indikator kemampuan argumentasi mengungkapkan bahwa siswa pada kedua kelas mengalami kemajuan pada aspek Evidence dan Claim, tetapi tetap menghadapi tantangan besar pada aspek Reasoning. Pada kelas eksperimen, video interaktif Edpuzzle terbukti efektif dalam membenahi miskonsepsi awal terkait pemodelan variabel, namun kualitas reasoning siswa masih didominasi oleh alasan yang bersifat prosedural atau subjektif. Ketidaksignifikanan perbedaan hasil antar kelas dalam penelitian ini dipengaruhi oleh tingginya ketergantungan siswa pada bimbingan langsung guru, singkatnya durasi intervensi, dan kendala kedisiplinan dalam kemandirian belajar di rumah, sehingga dampak positif model Flipped Classroom belum terlihat secara maksimal untuk mengungguli metode pengajaran langsung. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun inovasi ini berhasil meningkatkan kemampuan argumentasi secara internal di kelas eksperimen, keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen kemandirian siswa, pembiasaan jangka panjang, dan strategi pemantauan guru yang lebih ketat terhadap aktivitas belajar di luar jam sekolah.Re

Description

Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By