Now showing items 1-20 of 32

      Subject
      Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jember masih tergolong tinggi. Menurut Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dari 20.000 kelahiran setiap tahun, sekitar 40 ibu di antaranya meninggal dunia. Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan tingginya AKI dan AKB adalah melalui kegiatan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dan penunjang kegiatan posyandu berupa pencanangan revitalisasi Posyandu pada tahun 2006. [1]
      batik jember, pengembangan basar dan standarisasi mutu [1]
      budidaya jamur merang, pemberdayaan santri. [1]
      Daun Singkong, Nugget, Abon, PKK Dasa Wisma Ranupakis, Koperasi KERASAN Jatiroto [1]
      Gerabah merupakan hasil kerajinan dengan prospek cukup baik untuk dikembangkan mengingat potensi pasar yang semakin luas. Dari proses pembuatan gerabah, permasalahan yang terjadi adala h berkaitan dengan teknologi pada saat pembuatan bahan baku gerabah. Tujuan dari kegiatan IbM yang dilaksanakan pada pengrajin gerabah di desa Kesilir, Wuluhan Jember ini adalah terbuatnya 1 unit mesin press briket dengan bahan alternatif dari kotoran sapi, serta penerapan rumah pengering untuk pengeringan gerabah , sehingga produksi lebih hemat (efisien) dari aspek financial dan dari tenaga manusia. Metode pada kegiatan ini dimulai dengan diskusi bersama mitra, perancangan mesin, uji coba mesin dan pelatiha n penggunaan mesin serta evaluasi kegiatan. Di akhir kegiatan IbM ini, mesin press briket dan rumah pengering telah selesai dirancang dan telah digunakan oleh pengrajin gerabah di desa Kesilir, Wuluhan, Jember. Dengan menggunakan mesin press dan rumah pengering ini hasil pembakaran lebih baik, kualitas hasil gerabah menjadi lebih baik dan tenaga manusia menjadi lebih hemat. Dengan keuntungan penggunaan mesin maka keberlanjutan usaha produksi gerabah di Kesilir menjadi lebih terjamin. [1]
      Jamur merang merupakan komoditas yang sangat berpotensi sebagai bahan pensubtitusi daging, baik sebagian atau pun seluruhnya. Kegiatan “IbM kelompok tani jamur merang melalui alih teknologi pembuatan penyedap cair berbahan baku jamur merang” diharapkan mampu menambah keterampilan petani jamur merang dalam teknologi pengolahan pangan berbasis daging dengan jamur merang sebagai bahan utamanya. Pada kegiatan IbM ini juga dikenalkan teknologi pengolahan jamur merang berbasis daging yaitu teknologi pembuatan nugget dan bakso jamur merang, merang sebagai namun sebelumnya mitra diberi wawasan tentang komposisi gizi dan potensi jamur merang. Untuk melengkapi teknologi pengolahan jamur merang sebagai teknologi yang siap dimunculkan sebagai jenis usaha baru, maka kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi analisis finansial. Setelah itu dilaksanakan kegiatan sosialisasi pengemasan bakso dan nugget jamur merang menggunakan alat pengemas vakum sehingga produk bakso dan nugget yang dihasilkan mampu bertahan dalam waktu yang lebih lama. Sosialisasi teknologi pembuatan seasoning cair jamur merang dilaksanakan beserta teknik pengemasannya menggunakan pengemas botol kaca. Kegiatan IbM ini dilaksanakan di UD. KAOLA MANDIRI yang terletak di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember Untuk memudahkan pemahaman petani jamur merang mengenai materi soaialisasi maka kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara praktek secara angsung. Partisipan yang keseluruhanya adalah petani jamur merang diajak untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pembuatan produk. Pemahaman partisipan dan antusiasme yang ditunjukkan partisipan pada kegiatan sosialisasi sangat tinggi. Tim pengabdian memberikan hibah pengemas vakum untuk menunjang usaha produksi bakso dan nugget jamur merang. Selain itu tim pengabdian juga memberikan hibah alat pengisi seasoning cair jamur merang beserta alat penutup botolnya agar dapat membantu UKM mitra dalam memproduksi seasoning secara higienis. [1]
      Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) [1]
      Kawasan desa panduman kecamatan jelbuk kabupaten jember adalah salah satu Lumbung Desa Modern LDM penghasil Palawija, sepertiga bagian kawasan tersebut ditanami kedelai, namun produksi kedelai pertahun semakin menurun dikarenakan sistem menanam kedelai sebagai tanaman tumpang gilir masih menggunakan cara-cara tradisional dalam menanam kedelai yaitu dengan menabur dan membuat tugalan dengan memakai kayu. sehingga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang relative besar untuk ongkos buruh sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi petani atau buruh tanan. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktifitas dan kapasitas serta memudahkan operasi penanaman kedelai dengan alat penanam yang efektif dan efisien, maka dilakukan usaha-usaha rekayasa teknologi dalam bidang pertanian dengan membuat alat penanam kedelai sistem injeksi yang dijalankan dengan menggunakan motor DC. [1]
      Kegiatan pengabdian masyarakat progran IbM dilaksanakan dengan dua mitra yaitu pengusaha jamur tiram UD. JJS dan SMA N 4 Jember. Produksi jamur tiram di UD. JJS agak rendah, berfluktuatif. Produk olahan yang dihasilkan hanya krispi dan kualitasnya masih kurang baik. Usaha jamur tiram di SMAN 4 Jember, akan direncanakan menjadi pelajaran Prakarya dalam kurikulum 2013 yang akan dikembangkan menjadi unit usaha kecil di sekolah tersebut. Mitra masih belum mengetahui teknologi penganekaragaman produk olahan jamur tiram, kurang memahami tentang manajemen produksi dan pemasaran serta analisis ekonomi. Jamur tiram dapat dibuat menjadi berbagai macam produk olahan seperti bakso, nugget, abon dan krispi. Produk olahan ini sangat digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Pembuatan mudah dan memerlukan peralatan yang umumnya ada di rumah tangga. Oleh karena itu diperlukan program kegiatan masyarakat yang meliputi pelatihan dan pendampingan pengaturan periode pembudidayaan produksi jamur tiram, alih teknologi dan pelatihan penganekaragaman produk olahan jamur tiram, serta analisis ekonomi, pendampingan pengemasan dan pelabelan serta pendampingan pengurusan ijin SPP-IRT; rancang bangun dan pengadaan spinner. Berdasarkan pelatihan yang sudah dilakukan, peserta sudah dapat membuat produk olehan jamur tiram yaitu bakso, nugget, abon dan krispi, dengan sifat fisik dan sensoris baik. Berdasarkan analisis ekonomi, maka tingkat kelayakan usaha yang tinggi adalah pembuatan bakso dan nugget diikuti krispi dan abon. Pengaturan produksi jamur tiram agar tidak fluktuatif perlu dilakukan secara bertahap. [1]
      Kegiatan program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) telah dilakukan di U.D “Sapi Perah” di Desa Kemuning Lor Kec. Arjasa dan U.D Jamur Merang “Barokah” di Desa Kaliputih Kec. Rambipuji Kab. Jember mulai bulan Juni sampai dengan Desember 2013. Tujuan dari kegiatan IbM ini adalah untuk mengembangkan potensi energi terbarukan melalui alih teknologi pengolahan limbah ternak dan limbah media jamur merang menjadi biogas dan pupuk organik [1]
      Keripik singkong aneka rasa, standarisasi mutu produksi dan pengengembangan pasar [1]
      laniut usia. KMGS [1]
      Listrik merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam menggerakkan kegiatan di Pesantren, mulai dari penyediaan air, sarana penerangan dan penyelenggaraan proses pendidikan dan pembelajaran. PPMD (Pondok Pesantren Mahfilud Duror) terletak di tepi sungai Suger yang memiliki ketersediaan dan potensi energi air. Untuk ini maka kebutuhan akan adanya alat untuk mengubah potensi air menjadi enrgi listrik menjadi solusi untuk mengatasi kondisi yang ada. Dari hasil pemetaan dan pengukuran terhadap potensi yang ada diperoleh informsi bahwa potensi sumber air pada kondisi paling kritis (puncak musim kemarau) diperoleh hasil debitnya sebesar 100 -120 lt/detik, dengan potensi sumber energi sebesar 6.5 kW. Hasil pemetaan topografi menunjukkan bahwa jenis turbin yang sesuai adalah tipe crossflow dengan tinggi jatuh 5 - 7 m. Proses pembuatan DED dilakukan untuk menghasilkan sistem mekanikal yang mampu mendukung kondisi tersebut. DED yang dibuat meliputi frame base turbin dan system transmisi, turbin air dan adaptornya. Hasil pengujian menunjukkan adaptor mampu bekerja tanpa menimbulkan getaran yang berarti, turbin mampu menghasilkan putaran yang diinginkan, dan system transmisi mampu menyalurkan beban yang ada. Hasil pengujian terhadap out-put atau keluaran menunjukkan PLTMH mampu bekerja pada pembebanan dengan lampu, pembebanan dengan motor serta dalam kondisi tanpa beban. Untuk saran perlu diupayakan rancangan turbin yang mampu bekerja pada kondisi potensi sumber daya air yang fluktuatif atau ekstrem. [1]
      Listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar yang menunjang hampir semua kegiatan masyarakat. Hal ini terkait dengan hampir semua peralatan membutuhkan energi listrik untuk menjalankannya. Namun demikian, ketersediaan listrik yang dipasok oleh PLN saat ini sangatlah terbatas, terutama di daerah pedesaan. sehingga diperlukan usaha untuk mengembangkan alternatif pembangkit listrik yang sesuai dengan potensi yang tersedia di pedesaan. [1]
      Mesin rajang multiguna, keripik singkong dan pangsa pasar [1]
      Pembangunan kesehatan masyarakat dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan dan usia harapan hidup manusia, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, juga untuk mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Pembangunan kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral pembangunan kesehatan nasional. Derajat kesehatan ditentukan oleh berbagai faktor antara lain penduduk, lingkungan perilaku masyarakat dan pelayanan kesehatan (Suwelo,1992). Masalah kesehatan adalah masalah paling banyak yang dihadapi oleh lansia. Salah satu masalah kesehatan pada lansia adalah karies gigi dan periodontitis. Karies gigi (gigi berlubang) merupakan penyakit yang paling banyak terjadi. Selain itu berdasarkan penelitian menunjukkan 95% penderita bergigi dengan umur lebih 65 tahun mempunyai penyakit periodontal, dan 70% penderita lansia membutuhkan perawatan periodontal (Astoeti, 2004). Program kesehatan gigi dan mulut di puskesmas Kalisat dilaksanakan oleh 1 orang dokter gigi yang melayani 12 desa di kecamatan Kalisat. Data dari Puskesmas Kalisat tahun 2008 menunjukkan angka kesakitan penyakit gigi dan mulut cukup tinggi sekitar 75 % dan penyakit periodontal menempati urutan kedua setelah karies gigi. Hal ini dikarenakan salah satunya program kesehatan gigi dan mulut belum termasuk di dalam kegiatan posyandu lansia. Posyandu lansia di wilayah Puskesmas Kalisat terbagi atas 12 posyandu, dimana tiap-tiap posyandu lansia memiliki 2 kader. Kegiatan posyandu lansia sampai saat ini hanya melayani pemeriksaan gula darah, tekanan darah dan pengobatan yang lain yang bersifat ringan seperti diare, batuk dan demam. Untuk membantu mengatasi permasalahan yang terjadi pada lansia khususnya masalah kesehatan gigi dan mulut, maka tim pengusul ingin membantu para lansia di wilayah kerja puskesmas Kalisat untuk mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut melalui kelompok posyandu dengan cara memberikan pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut, pelatihan cara deteksi dini penyakit periodontal serta pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut posyandu lansia. Tujuan jangka panjang program ini adalah terciptanya kesehatan jasmani para lansia baik dari segi kesehatan umum dan kesehatan gigi dan mulutnya. [1]
      Pembibitan, tebu, bud chips, pemotong tunas [1]
      Pengetahuan tentang obat yang benar tentunya, bisa dikatakan merupakan sesuatu hal yang penting. Mengapa? Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan karena intervensi obat diperlukan dalam sebagian besar upaya kesehatan baik upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Penting untuk disadari bahwa obat merupakan substansi yang tidak hanya dapat memberikan manfaat, tetapi juga bahaya. Obat hanya akan memberikan manfaat jika digunakan dengan cara pakai yang benar dan jika disimpan dengan benar pula. Dengan pengetahuan yang benar, masyarakat akan dapat memperoleh manfaat maksimal dari obat dan dapat meminimalkan segala hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat pemakaian suatu obat. Masalah tersebut tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga berkaitan dengan anak-anak. Anak sering bersikap enggan untuk patuh minum obat demi kesembuhan penyakit atau gangguan yang dideritanya, karena beranggapan obat memiliki rasa yang pahit dan tidak enak. Problema ini akan menjadi lebih mudah lagi jika pada diri anak juga ditumbuhkan kesadaran untuk patuh minum obat sejak mereka berusia dini. Karena itu perlu dilakukan pengenalan dan pendidikan mengenai siapa apoteker, apakah obat itu dan bagaimana penggunaannya serta bagaimana memanfaatkan sumber obat yang ada di sekitar kita misalnya tanaman obat yang banyak tumbuh di sekitar kita. Penyuluhan dilaksanakan di SD Antirogo 1 daan SD Kepatihan 5. Masing-masing dilaksanakan dua kali. Penyuluhan pertama dengan materi mengenai profesi apoteker, pengenalan tentang obat dan cara penggunaannya. Penyuluhan kedua tentang jenis dan manfaat tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positig dari pihak sekolah maupun siswa. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan siswa mengenai obat dan tanaman obat yang tergambar dari hasil post test yang lebih baik dibandingkan hasil pre test. [1]
      pengrajin jamu gendong, produk herbal, permen jeli herbal, herbal instan [1]
      Perkembangan teknologi informasi membawa implikasi pada perubahan pola perilaku dan gaya hidup masyarakat dengan menjadikan media, informasi, komunikasi, ditambah hiburan menjadi kebutuhan primer, sehinggamendorong bermunculannya korporasi-korporasi dunia yang memang berbasis pada tiga dimensi tersebut melalui korporasi media elektronik dan cetak. Perkembangan korporasi dunia yang berbasis pada media, informasi, komunikasi, dan hiburan telah membentuk suatu domain industri kreatif yang mempengaruhi peradaban masyarakat (Kartika, 2012).Pengertian industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, dan bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeskploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Pengembangan industri kreatif ini merupakan visi Indonesia menuju ekonomi kreatif tahun 2015. Sementara ekonomi kreatif didefinisikan sebagai sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan produksi, distribusi, pertukaran serta konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik dan hiburan. Ekonomi kreatif bersumber pada kegiatan ekonomi dari industri kreatif (Departemen Perdagangan, 2008:4). Ada beberapa arah dari pengembangan industri kreatif, seperti pengembangan yang lebih menitikberatkan pada industri berbasis: (1) lapangan usaha kreatif dan budaya (creative cultural industry), (2) lapangan usaha kreatif (creative industry), dan (3) Hak Kekayaan Intelektual seperti hak cipta (copyright Industry) (Departemen Perdagangan, 2008:1). [1]