Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Laporan Hasil Pengabdian Pada Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Publikasi Ilmiah
Recent Submissions
Item type:Item, Perlindungan Terhadap Konsumen Air Galon Isi Ulang Akibat Cacat Produksi Oleh PT. Tirta Investama(Fakultas Hukum Universitas Jember, 2024-10-21) Dewi Tiara FatimahBerkembangnya ilmu pengetahun dan teknologi juga dapat mendukung adanya perkembangan ekonomi yang ditandai dengan adanya temuan-temuan produk yang merupakan kebutuhan konsumen. Pada proses pemenuhan kebutuhan, konsumen untuk mendapatkan barang dari suatu produk yang disediakan oleh pelaku usaha. Hubungan yang terjadi dalam pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara jual beli. Antara konsumen dan pelaku usaha terjadi hubungan timbal balik karena adanya transaksi jual beli yang melahirkan suatu perjanjian. Pemenuhan kebutuhan tersebut setiap konsumen tentunya berhak memilih barang atau jasa yang disediakan oleh pelaku usaha yang aman dan berkualitas. Pada prakteknya tidak jarang konsumen menemukan produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha mengalami kecacatan sehingga menimbulkan suatu kerugian. Apabila konsumen mengalami kerugian atas produk maka konsumen memerlukan perhatian karena konsumen berada pada posisi lemah dibandingkan pelaku usaha. Lemahnya posisi konsumen mengakibatkan diperlukannya perlindungan hukum untuk melindungi konsumen. Salah satu contoh kerugian konsumen adalah ditemukannya produk cacat produksi air minum dalam kemasan yang di keluarkan oleh PT. Tirta Investama. Cacat produksi ini dibuktikan dengan ditemukannya butiran butiran hijau dalam air kemasan tersebut. Dampak dari konsumsi air mineral ini menimbulkan gangguan kesehatan pada diri konsumen dan keluarganya. Berkaitan dengan hal tersebut maka, penting untuk mengkaji bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen air galon isi ulang akibat cacat produksi oleh PT. Tirta Investama. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengankat permasalahan ini menjadi suatu karya ilmiah berjudul ―Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Air Galon Isi Ulang Akibat Cacat Produksi oleh PT. Tirta Investama.‖ Permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini dirumuskan dalam dua rumusan masalah. Pertama, Apakah PT. Tirta Investama melakukan pelanggaran ketentuan Pasal 8 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Kons,umen. Kedua, Apakah akibat hukum yang ditimbulkan dari tindakan PT. Tirta Investama yang merugikan konsumen. Tujuan yang akan dicapai untuk penelitian ini terbagi menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum, untuk melaksanakan syarat wajib dalam menyelesaikan studi ilmu hukum dan mendapatkan gelar Sarjana Hukumm di Fakultas Hukum Universitas Jember, sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai yaitu untuk mengetahui dan menganalisis apakah tindakan yang dilakukan oleh pelaku usaha melanggar ketentuan pada Pasal 8 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta mengetahui dan memahami bagaimana akibat hukum yang ditimbulkan dari tindakan pelaku usaha yang merugikan konsumen. Metode yang penulis gunakan daam skripsi ini adalah hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu xiii pendekatan perundangundangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang penulis gunakan yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan non hukum. Sedangkan pada analisis bahan hukum penulis menggunakan metode deduktif yaitu dengan menganalisa atau mengkaji suatu masalah dengan memunculkan pertanyaan yang bersifat umum kemudian ditarik suatu kesimpulan yang berifat khusus. Hasil penelitian dari skripsi ini dapat dijelaskan bahwa bahwa problematika cacat produksi yang terjadi pada air minum dalam kemasan oleh produsen PT. Tirta Investama menimbulkan suatu kerugian bagi konsumen baik secara materil mau pun non materil yang berupa gangguan kesehatan. Di Indonesa, konsumen dilindungi dalam suatu peraturan perundang-undangan, yaitu UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Konsumen sebagai pihak yang dilindungi, diberikan suatu hak-hak yang tidak dapat dilanggar oleh para pelaku usaha. Pada perkara cacat produksi air minum dalam kemasan oleh PT. Tirta Investama, telah melanggar ketentuan Pasal 8 UUPK yang menyatakan tentang larangan bagi pelaku usaha. Apabila dikemudian hari timbul suatu dampak yang bersifat merugikan sebagaimana kasus diatas, maka sesuai ketentuan Pasal 7 ayat 7 UUPK pelaku usaha wajib untuk memberikan kompensasi atau ganti rugi atas kelalaian usahanya. Kesimpulan dalam skripsi ini adalah Pertama, cacat produksi yang terjadi pada air minum dalam kemasan oleh produsen PT. Tirta Investama menimbulkan suatu kerugian bagi konsumen. Konsumen yang dirugikan dilindungi oleh UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Pada perkara cacat produksi air minum dalam kemasan oleh PT. Tirta Investama telah melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan (2) UUPK. Kedua, akibat hukum yang ditimbulkan dari kerugian konsumen akibat cacat produksi air minum dalam kemasan yang dikeluarkan oleh PT. Tirta Investama, sebagaimana yang diatur dalam ketentuan Pasal 19 UUPK yaitu Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Saran yang dapat penulis berikan dalam skripsi ini yaitu, Pertama seyogyanya Pihak produsen wajib mematuhi semua ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. Salah satu ketentuannya adalah larangan menjual produk yang cacat, atau tidak layak jual karena produk semacam itu dapat menimbulkan risiko serius bagi konsumen. Kedua, seyogyanya pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan dan Perindustrian perlu memonitor secara lebih cermat perilaku pelaku usaha yang dapat merugikan konsumen. Ketiga, seyogyanya para konsumen harus mampu meningkatkan kewaspadaan dan kehatihatian dalam memilih serta menggunakan produk, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya sengketa akibat ketidakpuasan atau kerugian yang mungkin timbul.Item type:Item, Hubungan Efikasi Diri dengan Status Kesehatan pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner di RSD dr. Soebandi Jember(Fakultas Keperawatan, 2020-01) Mochamad Riko SaputraPenyakit jantung koroner sebagai pembunuh nomor satu di dunia, penyakit ini mampu mengganggu segala aspek kehidupan baik fisik maupun psikis. Manifestasi paling umum yang mendasari penyakit jantung koroner adalah adanya angina dan infark miokard. Pasien kerap merasakan gejala nyeri khas pada dada yang menyebar ke leher, rahang, telinga, lengan, dan pergelangan tangan, dan mungkin ke tulang belikat, punggung, atau perut. Selain itu gejala lain yang juga muncul yakni perasaaan sulit bernapas hingga mual. Adanya beban gejala yang dirasakan pasien dapat berakibat pada keterbatasan fisik, penurunan kualitas hidup, kegelisahan hingga depresi sehingga pasien sangat riskan untuk mengalami penurunan kesehatan. Efikasi diri pada pasien penyakit jantung koroner memainkan peran dalam perubahan perilaku. Keberadaan efikasi diri penting letaknya dalam pengaturan perawatan penyakit jantung koroner karena sifatnya yang berasal dari individu sendiri sebagai yang merasakan dampak penyakit. Hal tersebut berkenaan dengan motivasi mencapai derajat kesehatan secara optimal melalui keyakinan pasien untuk melakukan modifikasi perilaku manajemen kesehatan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan efikasi diri dengan status kesehatan pada pasien dengan penyakit jantung di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 112 orang yang merupakan pasien yang melakukan rawat jalan di Instalasi Poli Jantung RSD dr. Soebandi Jember. Teknik yang dipakai dalam perekrutan responden yakni dengan cara incidental sampling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengam pendekatan cross-sectional. Variabel yang diukur ada dua variabel yakni efikasi diri menggunakan instrumen Kuesioner Cardiac Self Efficacy (CSE) sedangkan variabel kedua yakni status kesehatan dengan instrumen Seattle Angina Questionnaire (SAQ). Hasil pengukuran selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank test dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan data berdistribusi normal dengan p = 0,085 pada variabel efikasi diri sedangkan variabel status kesehatan tidak berdistribusi normal karena p = 0,010. Pengukuran variabel efikasi diri menunjukan hasil nilai rata-rata efikasi diri pasien PJK menunjukan nilai sebesar 71,41 dengan deviasi sebesar 5,45. Hasil tersebut menunjukan efikasi pasien PJK termasuk dalam kategori baik. Sedangkan pengkuran pada variabel status kesehatan menunjukan nilai rata-rata sebesar 79,6 yang menunjukan rata-rata pasien PJK memiliki status kesehatan dalam kategori baik. Pada pengukuran diketahui bahwa indikator status kesehatan dengan nilai rata-rata paling tinggi adalah beban gejala yakni sebsesar 89. Sedangkan indikator dengan nilai rata-rata terendah adalah keterbatasan fisik yakni sebesar 68,4. Hasil uji korelasi Spearman rank test menunjukan adanya hubungan signifikan dengan hasil p-value = 0,001 dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,307 yang menunjukan hubungan keeratan efikasi diri dengan status kesehatan pada keeratan rendah. Adapun arah hubungan menunjukan nilai positif yang berarti bahwa semakin tinggi atau semakin baik efikasi diri maka akan semakin tinggi pula atau semakin baik pula status kesehatan pasien PJK. Efikasi diri yang merupakan faktor unik seorang individu melalui mekanisme ingin berubah karena motivasi ingin sembuh, mendorong pasien untuk mengerahkan daya dan upayanya untuk malakukan kemampuan pendukung kesehatan. Berkaitan dengan status kesehatan, efikasi diri merupakan faktor yang kaitan langsung dengan kontrol faktor risiko penyakit yang berdampak pada derajat status kesehatan. Sebagai contoh efikasi diri berupa kemampuan untuk berhenti merokok memiliki efek yakni menurunkan risiko dan intensitas angina dan kesehatan mental yang sama dengan yang tidak pernah perokok.Item type:Item, Pengaruh Temperatur dan Waktu Reaksi Terhadap Minyak Pirolsis Bahan Plastik Low Density Polyethylene dan Polystyrene(fakultas teknik, 2020-01-09) Arief Putra Mada AdillahPlastik di dunia ini semakin meningkat dengan perkembangan teknologi, industry, dan jumlah populasi penduduk. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menguraikan bahan-bahan sampah plastik tersebut dan mengkonversikannya menjadi bahan bakar karena melihat dari sifat penyusun sampah plastik yaitu berupa hidrokarbon. Metode yang banyak dilakukan pada penelitian sebelumnya menggunakan proses pirolisis yang merupakan reaksi depolimerisasi yang mana pada suhu tinggi mengikuti mekanisme radikal bebas dan sangat cocok untuk senyawa yang memiliki derajat polimerisasi yang tinggi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan oleh bahan plastik low density polyethylene dan polystyrene dengan temperatur dan waktu reaksi. Penelitian ini mengggunakan metode eksperimental dengan melakukan variasi temperatu dan waktu reaksi. Proses penelitian ini menggunakan plastik dengan berat 300 gram, variasi temperatur 295°C-305°C, 345°C-355°C, 395°C 105°C, waktu reaksi 40, 60 80 menit. Hasil minyak pirolisis ini akan di uji dengan pengujian densitas, viskositas, dan nilai kalor. Proses pirolisis polystyrene memperoleh hasil terbanyak pada temperatur 395°C-405°C dengan waktu reaksi 80 menit menghasilkan minyak 148 ml. Plastik low density polyethylene memperoleh minyak terbanyak sejumlah 128 ml dengan temperatur 395°C-405°C pada waktu reaksi 80 menit. Hasil pengujian dari densitas, viskositas dan nilai kalor adalah sebagai berikut PS 0,874985 gram/cm3 LDPE 0,769888 gram/cm3, PS 5,293 mm2/s LDPE 6,131 mm2/s, PS 23,6 MJ/kg LDPE 21,2 MJ/kg. Jumlah Minyak yang dihasilkan pada bahan plastik PS dan LDPE dipengaruhi oleh temperatur dan waktu reaksi. Semakin tinggi temperatur dan waktu reaksi yang digunakan maka hasil minyak semakin banyak. Ikatan C pada temperatur yang lebih tinggi meningkatkan produksi hidrokarbon yang lebih panjang. Temperatur yang lebih rendah dari 450°C meningkatkan arang dan menurunkan hasil minyak cair. Plastik memiliki ikatan senyawa hidrokarbon (CH) karena CH adalah sifat dari bahan bakar. Semakin tinggi temperatur menyebakan terdekomposisi ikatan CH yang menghasilkan minyak yang banyak. semakin naik temperatur menyebabkan gerakan molekul semakin cepat (tumbukan antara molekul pereaksi meningkat) atau energi yang dimiliki molekul bisa mengatasi energi aktivasi dengan kata lain perubahan suhu akan mempengaruhi probabilitas atau peluang molekul dengan energi yang sama atau lebih tinggi dari energi aktivasi. Pengaruh waktu reaksi terhadap pirolisis dapat juga dipengaruhi oleh dimensi reaktor pirolisis dan kecepatan dari elemen pemanas ke bahan plastik yang ada pada tabung reaktor. Pipa kondensor juga mempengaruhi hasil dari pirolisis, pipa semakin panjang juga akan memakan waktu yang cukup lama.Item type:Item, Fenomena Anak Pemburu Koin Logam di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2019(fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, 2020-07-15) Anugrah Satria PinanditaFenomena Anak Pemburu Koin Logam di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2019; Anugrah Satria Pinandita, 180220303006; 2020; 135 halaman; Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Masa anak-anak adalah masa bermain dan belajar. Mengacu pada Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 20 November tahun 1989 disebutkan dan diakui bahwa anak-anak pada hakikatnya berhak untuk memperoleh kehidupan kanak-kanak yang layak dan mereka seyogyanya tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi secara dini. Namun faktanya, tidak semua anak dapat menikmati masa kanak-kanaknya dengan bahagia, bahkan di antaranya terganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Anak anak yang tidak beruntung ini adalah mereka yang baik sebagian atau seluruh waktunya harus mereka habiskan di tempat bekerja sebagai pekerja anak. Salah satu contoh fenomena yang terjadi di lapangan adalah hadirnya sekumpulan anak di sekitar pelabuhan Gilimanuk Bali untuk menghabiskan waktunya disana dengan cara bekerja sekaligus bermain. Sekumpulan anak itu memiliki motif atau alasan yang berbeda-beda dalam menjalankan setiap kegiatannya. Dari kegiatan yang selalu di ulang tiap harinya akan menimbulkan interaksi yang kuat menjadi bentuk pertukaran sosial secara masif baik antar sesama teman sebaya, keluarga, petugas pelabuhan, hingga penumpang kapal. Maka dari itu berdasarkan seklumit ringkasan di atas penulis menentukan rumusan masalah yakni, 1) Bagaimanakah latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali? 2) Bagaimanakah pola interaksi anak pemburu koin logam ketika melakukan kegiatan ngelogam di lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali dan untuk menganalisis pola interaksi anak pemburu koin logam ketika melakukan kegiatan ngelogam di lingkungan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Bali. Latar belakang munculnya fenomena anak pemburu koin logam ini menggunakan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Marslow. Sedangkan dari pola interaksi anak pemburu koin logam menggunakan teori pertukaran sosial milik Homans dan teori solidaritas Durkheim Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Pelabuhan penyeberangan Gilimanuk Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam ( indepth interview ), observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pencermatan hasil penelitian menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa anak melakukan kegiatan ngelogam tidak lain tidak bukan untuk membantu keluarga mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Adapula anak yang melakukan kegiatan ngelogam ini dalam rangka memenuhi kebutuhan rasa amannya yakni mereka memerlukan perasaan aman untuk dapat berinteraksi dengan orang lain secara bebas serta mereka merasa senang apabila sedang berada di dekat teman temannya. Kebutuhan sosial juga menjadi salah satu penyebab munculnya fenomena ini dimana seperti kodrat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Selanjutnya anak pemburu koin logam melakukan kegiatan ngelogam sebagai pembuktian kepada keluarga terutama orang tuanya, bahwa mereka telah mampu untuk mencari uang sendiri walaupun masih terbilang berusia kanak-kanak, hal ini sesuai dengan kebutuhan akan penghargaan. Puncak dari latar belakang munculnya fenomena ini adalah aktualisasi diri yakni anak pemburu koin logam mempertahankan eksistensinya dengan cara menyalurkan bakat dan hobinya, salah satunya ada keahlian berenang. Merekan bangga akan keahlian yang dimiliki. Tentunya kebutuhan-kebutuhan di atas yang erat kaitannya dengan latar belakang munculnya anak pemburu koin logam tidak serta merta muncul tanpa adanya interaksi sosial itu sendiri. Pola interaksi atau pertukaran sosial yang terjadi selama adanya fenomena ini merupakan upaya untuk memenuhi tujuan yang hanya dapat diraih melalui interaksi dengan individu lainnya. Walaupun pada awalnya tiap individu tidak saling mengenal, namun dengan saling terkaitnya tujuan masing-masing, mereka dengan suka rela saling melakukan pertukaran sosial untuk mencapai tujuannya, dalam hal ini tujuan tidak dibatasi oleh materi semata namun dapat berupa perasaan senang dan kebanggaan. Hal yang unik lainnya juga anak pemburu koin logam tampakkan ketika hendak berkegiatan. Ritual bercanda, berteriak, dan tertawa mereka lakukan untuk membangun kembali solidaritas sehari sebelumnya. Salam hangat dan riuh ketika para pemburu koin logam bertemu di pelabuhan dan dipersatukan kembali dengan teman-teman mereka menunjukkan solidaritas sudah terjalin cukup tinggi. Temuan dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena anak pemburu koin logam di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, ternyata juga memiliki nilai pendidikan ke-IPS-an yang bisa dijadikan refrensi dalam suatu kegiatan belajar di sekolah. Misalnya praktik-praktik di lapangan yang di lakukan anak pemburu koin logam memberikan pesan yang sangat besar sebagai pembelajaran tentang pertukaran sosial, kesetiaan, moral, kasih sayang, gotong royong, dan ketekunan.Item type:Item, Pengaruh Penggunaan Media Belajar Multiply Card terhadap Hasil Belajar Materi Perkalian pada Siswa Kelas III SDN Kejayan 1 Pujer Bondowoso(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember, 2024-09-12) Dewi Sri Puji LestariMedia that meets good criteria includes those made from easily obtainable or self-made materials. There are several educational media that are very interesting for optimizing the teaching and learning process. One of them is the "multiply card" learning media. The aim of this study is to determine whether there is an effect of using multiply card learning media on the learning outcomes of multiplication material for third-grade students at SDN Kejayan 1 Pujer Bondowoso. The type of research used is quantitative research with a quasi-experimental design with a non-equivalent control group pattern. The subjects in this study were the third-grade students A and B at SDN Kejayan 1 Bondowoso, each consisting of 31 students. The data collection methods used were interviews, observations, and student learning outcome tests. The data analysis techniques used are the independent sample ttest and relative effectiveness test. The result is a t-value of 4.986, which is greater than the table value of 2.000, with an effectiveness score of 57,8%. Based on these results, it can be concluded that there is an effect of using the multiply card learning media on the learning outcomes of multiplication material for third-grade students at SDN Kejayan 1 Pujer Bondowoso.
