Gambaran Masalah Keperawatan Pada Anak Dengan Kejang Demam Di Rumah Sakit Perkebunan Wilayah Keresidenan Besuki
Abstract
Permasalahan anak dengan kejang demam dapat menimbulkan dampak yang
signifikan pada anak usia dini. Salah satunya akibat dari peningkatan suhu yang secara
signifikan sebanyak 38oC-40oC yang akan berdampak pada peningkatan aktifitas otak
anak usia dini yang masih belum matang daripada anak pada usia di atas 5 tahun.
Adanya peningkatan demam yang tinggi pada anak dengan usia di bawah 5 tahun, akan
mengakibatkan dampak buruk seperti hipoksia tinggi,peningkatan permeabilitas kapiler,
edema otak yang meyebabkan keruasakan pada sel neuron. Masalah keperawatan yang
dibedakan menjadi beberapa macam seperti masalah keperawatan menurut Nanda
(2017) yaitu masalah keperawatan aktual, resiko atau potensial, dan promosi kesehatan.
Pada anak dengan kejang demam masalah utama keperawatan yaitu Hipertermi yang
paling sering terjadi pada anak dengan kejang demam. Masalah keperawatan yang
terjadi seperti hipertemi yang menyebabkan peningkatan suhu yang lebih dari 38oC
yang dapat mengakibatkan anak mengalami dehidrasi dan keruskan sel saraf dan neuron
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran masalah keperawatan anak dengan
kejang demam di Rumah Sakit Perekbunan Wilayah Keresidenan Besuki .
Desain penelitian ini yaitu deskriptive dengan pendekatan retroprektive dan teknik
pengambilan sampel total sampling dengan 161 responden. Data diperoleh dengan
menggunakan data rekam medis pasien dari Januari 2017-Disember 2018. Analisis data
menggunakan uji SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan usia atau responden yang
sering terkena kejang demam yaitu kisaran dari umur 12 bulan sebanyak 44 pasien anak
dan umur 24 bulan sebanyak 56 pasien anak.. Mayoritas jenis kelamin yang lebih
xi
dominan sering terkena kejang demam yaitu pasien anak dengan jenis kelamin laki-laki
sebanyak 93 pasien anak. Riwayat kejang demam berulang pada anak dengan kejang
demam didapatkan banyak anak yang mengalami kejang pertama yang terkena kejang
demam dengan tidak adanya kejang demam berulang sebanyak 84 pasien anak,
sedangkan pasien yang masuk dengan kejang demam berulang sebanyak 77 pasien
anak. Gambaran masalah keperawatan yang terjadi pada anak dengan kejang demam
menurut literature yaitu Hipertermi, juga memiliki angka tinggi atau menjadi masalah
keperawatan yang sering muncul pada anak dengan kejang demam sebanyak 147 kasus
anak yang memiliki masalah keperawatan hipertermi. Namun pada anak dengan kejang
demam juga terdapat masalah keperawatan yang lebih dari satu masalah yang muncul
pada anak dengan kejang demam .
Penentuan dalam kelengkapan masalah keperawatan anak dengan kejang demam
juga harus diperlukan untuk merencanakan intervensi agar masalah keperawatan anak
dengan kejang demam dapat teratasi. Pada penelitian ini juga melihat adanya
kelengkapan dalam menentukan batasan karakteristik serta data subjektif dan objektif
masalah keperawatan oleh perawat pada anak dengan kejang demam, sebanyak 72 kasus
anak dengan kejang demam perawat masih belum lengkap dalam mengisi data
mengenai penentuan masalah keperawatan pada anak dengan kejang demam. Pemicu
adanya hipertermi pada anak dengan kejang demam sering terjadi akibat peningatan laju
metabolisme sebanyak 42 pasien anak dengan kasus kejang demam, 27 pasien anak
dengan kejang demam yang disebabkan oleh konvulsi, dan 20 pasien anak dengan
kejang demam akibat dari penyakit infeksi. Hal tersebut menjelaskan bahwa masalah
aktual atau diagnosa aktual yang sering terjadi pada anak dengan kejang demam yang
memiliki angka kejadian masalah keperawatan tertinggi sebanyak 157 pasien anak
kejang demam. Hasil tersebut didapatkan bahwa permasalah utama pada anak dengan
kejang demam yaitu Hipertermi.
Hipertermi yang merupakan masalah aktual pada anak dengan kejang demam
yang diakibatkan oleh peningkatan suhu dapat menyebabkan masalah yang harus
diutamakan dalam perawatan anak dengan kejang demam. Namun selain hipertermi
masalah keperawatan lainnya yang terjadi pada anak dengan kejang demam antara lain
seperti ketidakefektifan bersihan jalan nafas, ketidakefektifan pola nafas. Adanya
informasimuncul masalah keperawatan lainnya juga seperti ketidakefektifan perfusi
jaringan cerebral, ketidakefektifan perfusi jaringan otak, ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh, dan masalah resiko seperti resiko trauma, dan resiko
jatuh. Literature buku yang menyebutkan adanya masalah keperawatan pada anak
dengan kejang demam seperti Resiko keterlambatan perkembangan anak jarang sekali
diangkat dan tidak tercantum pada lembar observasi pada data rekam medik yang
menyebabkan masalah keperawatan tersbut tidak muncul saat dilakukan penelitian.
Collections
- UT-Faculty of Nursing [1548]