PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL KUNINGAN PADA POKOK BAHASAN KALOR DI SMP
Abstract
Penelitian pengembangan ini dirancang untuk menghasilkan modul
pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal kuningan pada pokok bahasan kalor di
SMP dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu : 1) Analyze, 2)
Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Instrumen perolehan
data yang digunakan adalah lembar validasi, lembar soal pre test dan post test, dan
lembar angket respon siswa, sedangkan teknik perolehan data yang digunakan
adalah validasi, tes, angket dan dokumentasi. Data yang didapatkan adalah validasi
ahli, validasi pengguna, hasil belajar ranah kognitif, dan angket respon siswa. Hasil
validasi ahli pada modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal kuningan di
SMP adalah sebesar 4,28 sedangkan validasi pengguna sebesar 4,54 dan berada
pada kategori valid dan berkriteria baik, sehingga dapat digunakan dengan revisi.
Pada penelitian ini uji pengembangan dilaksanakan di kelas VII A SMP Negeri 2
Tapen dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa dalam 6 kali pertemuan. Dari
penelitian ini skor rata-rata pada kegiatan pre test sebesar 30,8 dan skor rata-rata
post tes sebesar 65,8 dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,5256 nilai tersebut
menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah belajar
menggunakan modul IPA berbasis kearifan lokal berada pada kriteria sedang
sehingga dikatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif.
Respon siswa diperoleh rata-rata percentage of agreement sebesar 96,05 % berada
pada kategori sangat praktis.
Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa 1) modul
pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal kuningan pada pokok bahasan kalor di
SMP mendapatkan hasil uji validasi ahli sebesar 4,28 dan hasil uji validasi
pengguna sebesar 4,54. Dengan kriteria valid dan layak digunakan sebagai bahan
ajar pada materi kalor 2) modul pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal kuningan
pada pokok bahasan kalor di SMP memiliki N-gain sebesar 0,5256. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA berbasis kearifan
lokal pada pokok bahsan kalor di SMP dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada
ranah kognitif dan efektif serta layak untuk digunakan sebagai bahan ajar pada
materi kalor di SMP 3) siswa merespon positif terhadap modul pembelajaran IPA
berbasis kearifan lokal pada pokok bahasan kalor di SMP hal itu terlihat dari
perolehan percentage of agreement yakni sebesar 96,05%. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki kriteria sangat praktis dan
layak digunakan sebagai bahan ajar pada materi kalor di SMP.