Show simple item record

dc.contributor.authorPutranto, Dhimas Handhi
dc.date.accessioned2016-02-23T02:01:41Z
dc.date.available2016-02-23T02:01:41Z
dc.date.issued2016-02-23
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/73543
dc.description.abstractBiofuel sebagai salah satu jenis energi terbarukan diprediksi akan memegang peranan penting di masa depan. Konsumsi biofuel secara global diperkirakan akan naik dari 1.3 mboe d-1 pada 2011 menjadi 4.1 mboe d-1 pada 2035 (IEA, 2013). Jatropha (Jatropha curcas L.) telah umum diketahui sebagai salah satu sumber bahan baku biodiesel dan diprediksi sebagai alternatif sumber utama biofuel di masa depan. Jatropha diketahui memiliki kemampuan untuk tumbuh di tanah salin dan digolongkan sebagai jenis tanaman yang memiliki ketahanan moderat terhadap cekaman garam. Jatropha dapat tumbuh dan berproduksi pada kondisi salin hingga 4 dS m-1 (Diaz-Lopez et al., 2012). Namun, Jatropha diketahui memiliki beberapa sifat agronomis yang kurang menguntungkan seperti hasil minyak yang lebih rendah utamanya dibandingkan dengan tanaman kelapa sawit dan waktu pembungaan yang tidak seragam.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRESPON PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGISen_US
dc.titleRESPON PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS JATROPHA HIBRIDA INTERSPESIFIK PADA CEKAMAN GARAMen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record