Show simple item record

dc.contributor.advisorAriyanto, Yunus
dc.contributor.advisorDwi Martiana Wati
dc.contributor.authorHeniwati, Linda
dc.date.accessioned2015-12-28T06:14:31Z
dc.date.available2015-12-28T06:14:31Z
dc.date.issued2015-12-28
dc.identifier.nim112110101097
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/68928
dc.description.abstractCampak adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus dari famili Paramyxovirus, genus Morbivirus dan paling banyak terjadi pada anak balita. Penularan utama melalui percikan ludah atau kontak langsung dengan penderita. Gejala awal yang muncul adalah demam, batuk, hidung berair, mata merah, kemudian timbul ruam (bintik kemerahan) pada wajah dan leher yang akan menyebar ke tubuh, tangan dan kaki. Menurut data surveilans, di Indonesia, pada tahun 2010 terdapat 17.319 kasus, pada tahun 2011 mengalami peningkatan menjadi 21.893 kasus dan pada tahun 2012-2013 kembali mengalami penurunan. Pada tahun 2013, Provinsi Jawa Timur menduduki urutan ketiga untuk jumlah kasus terbanyak di Indonesia yaitu 1.134 kasus. Menurut Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terdapat 1.994 kasus pada tahun 2010, pada tahun 2011 meningkat menjadi 2.926 kasus, dan kembali menurun pada tahun 2012. Campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, status imunisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian campak. Faktor lingkungan memiliki pengaruh yang secara tidak langsung dapat memudahkan penularan virus campak. Curah hujan, kepadatan penduduk dan tingkat sosial ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi campak dari aspek lingkungan. Campak merupakan penyakit menular yang dipengaruhi oleh lingkungan dan kejadiannya mengikuti waktu. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis secara spasiotemporal untuk mengetahui hubungan campak dengan faktor yang mempengaruhinya, sehingga diharapkan mampu dilakukan perencanaan yang lebih baik dalam memberantas dan mencegah suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian campak dengan cakupan imunisasi campak, curah hujan, kepadatan penduduk, dan tingkat sosial ekonomi di Provinsi Jawa Timur tahun 2009-2013 secara spasiotemporal. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan longitudinal dalam bentuk time series. Ruang lingkup penelitian ini adalah 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa jumlah kasus campak dan cakupan imunisasi campak tahun 2009-2013 yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, data kepadatan penduduk yang tercatat di Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Jawa Timur, data tingkat sosial ekonomi yang didapatkan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan data curah hujan yang didapatkan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk teks, tabel, grafik, dan peta. Analisis data menggunakan analisis regresi data panel yang terdiri dari uji asumsi klasik, pemilihan model regresi panel terbaik, dan analisis regresi data panel dengan menggunakan model yang tepat. Selain itu digunakan teknik analisis Bivariate LISA untuk melihat hubungan secara spasial antara variabel bebas dan variabel terikat yang memiliki hubungan signifikan dari hasil analisis regresi data panel. Hasil penelitian berdasarkan regresi data panel menunjukkan bahwa cakupan imunisasi campak, curah hujan, kepadatan penduduk, dan tingkat sosial ekonomi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian campak di Provinsi Jawa Timur. Diantara keempat variabel tersebut, variabel kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap kejadian campak. Hasil analisis Bivariate LISA menunjukkan bahwa terdapat hubungan spasial yang signifikan yang ditunjukkan pada wilayah dengan pengelompokan nilai kepadatan penduduk dengan kejadian campak yang sama rendah. Hal ini menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah memiliki kejadian campak yang rendah. Oleh karena itu, faktor-faktor yang diteliti di atas dapat digunakan sebagai faktor yang dapat dikendalikan untuk mencegah kejadian campak.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectCampaken_US
dc.subjectAnalisis Spasiotemporalen_US
dc.titleANALISIS SPASIOTEMPORAL KEJADIAN CAMPAK DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2013en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record