Show simple item record

dc.contributor.advisorMa’rufi, Isa
dc.contributor.advisorDewi P. S., Anita
dc.contributor.authorWahyuni, Dewi Sri
dc.date.accessioned2015-12-23T08:33:06Z
dc.date.available2015-12-23T08:33:06Z
dc.date.issued2015-12-23
dc.identifier.nim112110101099
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/68676
dc.description.abstractBagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Penerapan shift kerja di perusahaan memiliki tujuan agar perusahaan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga pihak perusahaan menggunakan seluruh waktu yang ada untuk kegiatan operasional. Walaupun penerapan shift kerja memiliki manfaat bagi perusahaan, disisi lain penerapan shift kerja juga menimbulkan gangguan bagi para pekerja misalnya menumpuknya rasa lelah fisik maupun psikologis. Pada tahun 2012 ILO mencatat angka kematian dikarenakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) sebanyak 2 juta kasus setiap tahun dimana salah satu penyebab utama kecelakaan kerja disebabkan oleh kelelahan (fatigue). Kelelahan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain usia, masa kerja, status gizi, beban kerja, serta riwayat penyakit. Pembagian shift kerja sendiri pada umumnya dibagi menjadi tiga waktu, untuk operator SPBU dimulai dari Shift I yakni pukul 06.00-14.00 WIB, Shift II pukul 14.00-22.00 WIB, dan Shift III pukul 22.00-06.00 WIB. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di lapangan, selama 8 jam waktu kerja kegiatan yang dilakukan dapat menimbulkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan kerja antara shift I, shift II, dan shift III pada operator SPBU di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di 5 SPBU yang dipilih secara random dari 10 SPBU 24 jam di Kabupaten Jember. Responden dalam penelitian ini sebanyak 48 responden yang tersebar di 5 SPBU yang sudah dipilih sebagai lokasi penelitian. Faktor internal (usia, status gizi, masa kerja, riwayat penyakit) diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner. Status gizi diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, beban kerja fisik diperoleh dari pengukuran denyut nadi secara manual pada arteri radialis, dan kelelahan kerja diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan reaction timer. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Cramer Coefficient C, Friedman, dan Wilcoxon dengan α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kelelahan kerja di shift I (p = 0,008), tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kelelahan kerja di shift II, dan shift III (p = 0,096; p = 0,669). Status gizi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja di shift I, dan shift II (p = 0,041; p = 0,013), tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kelelahan kerja di shift III (p = 0,330). Masa kerja tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja baik pada shift I, shift II, dan shift III (p = 0,269; p = 0,507; p = 0,769). Riwayat penyakit kronis tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kelelahan kerja baik pada shift I, shift II, dan shift III (p = 0,588; p = 0,321; p = 0,520). Beban kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya kelelahan kerja baik pada shift I, shift II, dan shift III (p = 0,034; p = 0,031; p = 0,018). Terdapat perbedaan yang signifikan antara beban kerja di shift I, shift II, dan shift III (p = 0,000), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kelelahan kerja di shift I, shift II, dan shift III (p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan adanya jam istirahat yang terstruktur (terjadwal) di setiap shift kerja yang ditetapkan oleh pihak SPBU hendaknya dilaksanakan minimal selama tiga puluh menit setelah bekerja selama 4 jam berturut-turut. Adanya pemberian makanan sehat yang secara rutin terjadwalkan untuk menunjang status gizi operator. Pemilik perusahaan hendaknya menambah operator pompa bensin pada shift II untuk mengurangi beban kerja operator dikarenakan jumlah kendaraan cenderung meningkat pada shift II.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKelelahan Kerjaen_US
dc.subjectOperator Pompa Bensinen_US
dc.titleKELELAHAN KERJA ANTARA SHIFT I, SHIFT II, DAN SHIFT III PADA OPERATOR POMPA BENSIN (STUDI PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UNTUK UMUM (SPBU) DI KABUPATEN JEMBER)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record