Show simple item record

dc.contributor.advisorSujanarko, Bambang
dc.contributor.advisorFibriani, Ike
dc.contributor.authorMahardika, Dwipa
dc.date.accessioned2015-12-03T04:12:03Z
dc.date.available2015-12-03T04:12:03Z
dc.date.issued2015-12-03
dc.identifier.nim101910201026
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/66107
dc.description.abstractTelevisi menjadi salah satu pemasok informasi yang cukup berdampak bagi masyarakat. Sekarang hampir setiap rumah memiliki satu atau lebih unit televisi. Informasi yang disajikan yang selalu up-to-date disajikan dalam bentuk audio visual sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pemirsa yang ada dirumah. Beragam acara yang ada mampu menghibur penontonnya. Pada mulanya, televisi dimaksudkan sebagai suatu cara lain lain untuk menyiarkan program-program berita dan hiburan-hiburan tetapi dengan gambar, seperti yang dilakukan siaran radio untuk suara. Kemampuan untuk menghasilkan gambar, teks, grafik dan informasi visual telah menjadi begitu bermanfaat hingga sekarang ini pemakaiannya jauh lebih banyak. Dalam proses pemancarannya (transmitter), sebuah pemancar televisi tidak lepas dari sistem penguatan pemancar. Transmitter dibangun dari beberapa komponen, yaitu osilator, modulator, penguat daya RF (Radio Frequency), saluran transmisi, dan antena. Osilator digunakan sebagai penghasil gelombang sinus frekuensi tinggi yang digunakan sebagai frekuensi pembawa (fc). Modulator digunakan untuk memodulasi informasi yang akan dibawa dengan frekuensi pembawa. Penguat daya RF digunakan untuk menguatkan daya keluaran osilator sampai suatu nilai yang dikehendaki. Keluaran penguat daya RF diumpankan ke antena melalui saluran transmisi. Daya keluaran dari suatu pemancar ditentukan oleh penguat daya RF yang digunakan, sehingga pemancar berdaya kuat akan dapat diperoleh apabila penguat daya RF yang digunakan mampu menghasilkan daya keluaran yang besar. Pemancar yang umum dipasarkan adalah pemancar dengan daya keluaran kecil. Pemancar berdaya besar, selain sulit diperoleh harganya juga sangat mahal. Selain itu, penggunaan pemancar komersial terbatas pada daya keluaran dan frekuensi kerja yang telah dispesifikasikan. Penguat sinyal menggunakan FET memiliki keuntungan impedansi input yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan untuk menguatkan sinyal yang sangat lemah (kecil). Untuk membuat penguat sinyal menggunakan FET dapat dilakukan dengan pemberian tegangan bias pada FET, pada dasarnya pemberian tegangan bias pada FET adalah antara gate dan source harus mendapat tegangan bias mundur. Tegangan bias untuk FET dapat diberikan dengan berbagai cara. Diantara yang paling banyak digunakan untuk rangkaian penguat FET adalah self-bias. Pemberian tegangan bias yang tepat akan menjamin FET dapat bekerja pada daerah yang aktif. Mengacu pada permasalahan – permasalahan diatas, maka dalam penelitian ini akan dirancang penguat pemancar televisi kanal 21 UHF menggunakan mosfet. Dengan menggunakan metode ini maka akan didapatkan daya RF output yang besar sehingga dapat memperluas daya pancar. Dalam penelitian ini menggunakan mosfet RD15HVF1 sebagai rangkaian penguat akhir. Dalam pengujian frekuensi didapatkan nilai frekuensi yang bekerja adalah 471,07 MHz dengan error persen sebesar 0,04% dengan daya RF output yang dihasilkan adalah 2,5 watt pada saat tegangan drain 12,5 volt dan daya RF output terbesar dihasilkan pada saat tegangan drain 14 volt sebesar 3 watt.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectRancang Bangun Penguat Pemancar Televisi Kanal UHF 21 Menggunakan MOSFETen_US
dc.titleRANCANG BANGUN PENGUAT PEMANCAR TELEVISI KANAL UHF 21 MENGGUNAKAN MOSFETen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record