Show simple item record

dc.contributor.authorSaiful Bukhori, Muhamad Arief Hidayat, Diah Muslimatul Jannah
dc.date.accessioned2015-05-12T06:06:10Z
dc.date.available2015-05-12T06:06:10Z
dc.date.issued2015-05-12
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/62484
dc.description.abstractPenelitian ini mengembangkan model Analytical Hirarchy Process (AHP) untuk menentukan mutu beras. Penelitian ini dilatarbelakangi karena seringnya terjadi subyektifitas dari para pengambil keputusan pada saat menentukan kualitas mutu beras dari petani pada saat akan menjual hasil panennya ke KUD. Model AHP yang dikembangkan terdiri dari beberapa proses penting antara lain adalah pembobotan kriteria, hubungan antara kriteria yang diperbandingkan kemudian diberi nilai bobot dan standarisasi bobot sesuai dengan Kaidah Pembobotan Indikator (KPI). Hasil peneltian menunjukkan bahwa dengan menggunakan AHP dapat ditentukan standarisasi bobot berdasarkan Kaidah Pembobotan Indikator (KPI) beberapa parameter beras antara lain (a) derajat sosoh = 8,2 %, (b) kadar air = 20,7%, (c) butir kepala = 15,1%, (c) butir patah = 11,1%, (d) butir menir = 8,2%, (e) butir kuning = 4,8%, (f) butir mengapur = 3,1%, (g) benda asing = 2,2 % dan (h) butir gabah = 1,7%. Standarisasi bobot berdasarkan KPI mutu beras pada (a) mutu 1 bobot 50,4%, (b) mutu 2 bobot 26%, (c) mutu 3 bobot 13,4%, (d) mutu 4 bobot 6,8%, (e) mutu 5 bobot 3,4%.en_US
dc.description.sponsorshipUniversitas Jemberen_US
dc.subjectStandar Nasional Indonesia, model Analytical Hierarchy Process, Kaidah Pembobotan Indikatoren_US
dc.titleSistem Penunjang Keputusan Penentuan Mutu Beras Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Processen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record