Show simple item record

dc.contributor.authorNovika Herlianti
dc.date.accessioned2013-12-08T03:54:54Z
dc.date.available2013-12-08T03:54:54Z
dc.date.issued2013-12-08
dc.identifier.nimNIM070210204120
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6149
dc.description.abstractPengamatan, eksperimentasi, dan observasi merupakan dasar pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Pada proses pengamatan tersebut dibutuhkan bimbingan dari guru pada tiap prosedur tahapannya agar siswa mampu memahami konsep yang diberikan tersebut secara lebih jelas. Dengan demikian, guru dapat mengetahui kelemahan siswa saat melakukan pengamatan sehingga dapat diberikan bimbingan khusus secara perlahan apabila siswa belum memahami konsep yang sedang diterangkan. Observasi pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri Sugerlor 3 Maesan menunjukkan bahwa pembelajaran yang diberikan guru belum menggunakan pengamatan serta tidak adanya bimbingan khusus pada siswa yang mengalami kesulitan memahami pelajaran. Hal ini menyebabkan aktivitas dan hasil belajar siswa belum mencapai hasil yang diharapkan sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan permasalahan pembelajaran yang terjadi pada saat pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri Sugerlor 3 Maesan tersebut, maka diterapkan model Explicit Instruction agar membuat siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya karena mendapat bimbingan langsung dari guru. Model Explicit Instruction cocok untuk diterapkan pada pelajaran IPA pokok bahasan Sifat-Sifat Cahaya karena model ini dapat membantu siswa dalam mempelajari materi secara bertahap. Dengan demikian guru dapat memberikan bimbingan yang sama pada seluruh siswa. Tujuan utama diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Sugerlor 3 Maesan dalam pembelajaran IPA pokok bahasan Sifat-Sifat Cahaya melalui model Explicit Instruction. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua sikus. Pada siklus 1 hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Explicit Instruction telah meningkat secara signifikan dibandingkan pra siklus. Observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa pada siklus 1 sebesar 67,05% dan termasuk dalam kategori cukup aktif. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa dari tes yang telah dilakukan juga meningkat menjadi 61,11% dari pra siklus dengan persentase sebesar 33,33%. Pada penelitian siklus 2 aktivitas siswa juga meningkat sebesar 19,49% dari siklus 1 menjadi 86,54% dan termasuk dalam kategori sangat aktif. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 19,45% dengan persentase ketuntasan sebesar 80,56% dibandingkan siklus 1 sebelumnya dan telah sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan yaitu ≥75%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries070210204120;
dc.subjectAktivitas dan Hasil Belajar IPA, Sifat-Sifat Cahayaen_US
dc.titlePENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA MELALUI PENERAPAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SUGERLOR 3 MAESAN BONDOWOSOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record