Show simple item record

dc.contributor.authorDhunik Lukitasari
dc.date.accessioned2013-12-06T01:16:16Z
dc.date.available2013-12-06T01:16:16Z
dc.date.issued2013-12-06
dc.identifier.nimNIM072210101059
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5316
dc.description.abstractSaat ini Gastro Retentive Drug Delivery System (GRDDS) sedang menjadi sorotan karena beberapa keuntungan yang dimilikinya yaitu mampu mengurangi fluktuasi kadar obat dalam darah, menurunkan efek samping dan toksisisitas, meningkatkan bioavailabilitas obat-obat yang daerah absorbsinya di lambung, dan mengurangi frekuensi penggunaan obat. GRDDS dapat dilakukan dalam beberapa sistem dan salah satunya adalah sistem mengapung. Sistem mengapung mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah mampu melindungi sediaan dari gerakan peristaltik lambung karena letak sediaan menjauhi pylorus. Kekurangannya adalah tidak bisa mempertahankan sediaan pada saat volume cairan lambung sedikit dan pada saat posisi tubuh terlentang. Menanggapi hal tersebut maka peneliti mencoba untuk mengembangkan suatu sistem kombinasi mengapung dan lekat mukosa yang diharapkan obat mampu melekat pada mukosa dan bertahan lebih lama di lambung saat posisi tubuh terlentang atau volume cairan lambung sedikit. Pengembangan sistem kombinasi dalam penelitian ini dilakukan pada tablet metformin HCl dengan polimer yang digunakan adalah HPMC K4M, karbopol, dan kitosan. Pembuatan tablet dilakukan dengan metode granulasi basah. Alasan pemilihan metformin HCl adalah kelarutannya tinggi dalam medium disolusi, absorpsinya terbatas pada bagian atas saluran cerna, bioavailabilitas oralnya 50-60%, dan waktu paruhnya kurang lebih 3 jam (Yogeshkumar, 2006). Alasan penggunaan polimer HPMC K4M adalah karena polimer tersebut mudah membentuk gel dan merupakan matrik pH-independent (Ravi et al., 2008). Alasan penggunaan kitosan adalah karena kemampuan adhesifnya bagus pada mukosa dan dapat membentuk gel pada suasana asam (Rowe, 2009). Alasan penggunaan karbopol adalah matriks viii hidrogel dan mempunyai kemampuan bioadhessive (Rowe, 2009). Komposisi yang optimal sangat diperlukan untuk menghasilkan respon yang diharapkan, oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan optimasi dengan metode simplex lattice desaign. Komposisi optimum harus memenuhi rentang faktor dan kriteria respon. Faktor yang dipilih adalah HPMC K4M, kitosan, dan karbopol dengan rentang faktor 10-190 sedangkan kriteria respon yang diharapkan adalah floating lag time 20-600 detik, floating duration time 12 jam, swelling index 80-150%, dan kekuatan mucoadhesive 20-40 gram. Berdasarkan hasil penelitian semua formula memiliki kemampuan mengapung dan waktu yang dibutuhkan untuk mengapung tidak lebih dari 600 detik, akan tetapi hanya empat formula yang mampu mempertahankan kondisi mengapungnya lebih dari 12 jam yaitu formula 1, 4, 6, dan 7. Formula 2 hanya mampu bertahan selama 8 jam dikarenakan integritas gelnya sangat rendah atau mudah rapuh (Sugita, 2010). Formula 3 dan 5 tidak mampu bertahan lebih dari 1 jam dikarenakan pada F3 karbopol tidak mampu membentuk gel pada kondisi asam, sedangkan pada F2 kitosan dan karbopol mengalami interaksi akibat perbedaan muatan sehingga menurunkan efek pembentukan gel. Kemampuan mengembang didapatkan pada formula 1, 2, 4, 6, dan 7 dengan prosentase pengembangan sebesar 69,128; 111,412; 57,176; 87,613; dan 58,086. Kemampuan lekat mukosa didapatkan pada semua formula dengan kekuatan lekat mukosa sebesar 11,4748; 11,8081; 22,1415; 11,8081; 22,4748; 22,4748; dan 21,4748. Hasil respon dari tiap pengujian dianalisis dan ditentukan formula optimumnya dengan software Design Expert 8.0.6. Dari hasil analisis tersebut didapatkan 9 formula optimum. Salah satu dari formula optimum tersebut diuji kinetika pelepasannya dan didapatkan hasil bahwa kinetika pelepasannya mengikuti orde nol dan model Higuchi dimana pelepasannya dikontrol secara erosi dan difusi matrik (Chowdary et al., 2003), meskipun demikian mekanisme pelepasan formula optimum lebih didominasi mekanisme difusi matrik karena nilai koefisien korelasi (r) pada persamaan model Higuchi paling besar diantara lainnya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries072210101059;
dc.subjectKitosan, Mukosaen_US
dc.titleOPTIMASI KOMPOSISI HPMC K4M, KITOSAN, DAN KARBOPOL PADA TABLET METFORMIN HCl SISTEM KOMBINASI MENGAPUNG DAN LEKAT MUKOSAen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record