Show simple item record

dc.contributor.authorAmellia Reikatiffany
dc.date.accessioned2013-12-05T01:30:23Z
dc.date.available2013-12-05T01:30:23Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM071610101090
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4309
dc.description.abstractDimensi rahang memiliki kontribusi yang besar terhadap gigi berdesakan daripada ukuran gigi. Sedangkan studi lain menunjukkan korelasi yang sama antara dimensi lengkung dan gigi berdesakan. Salah satu faktor yang mempengaruhi gigi berdesakan adalah bentuk lengkung gigi.Variasi bentuk lengkung gigi ditentukan oleh perbandingan panjang dan lebar lengkung gigi. Jika ukuran kedua lengkung gigi hampir sama, maka bentuk lengkung gigi menjadi lebar dan jika kedua ukuran itu berbeda banyak akan menghasilkan bentuk lengkung sempit dan panjang. Penilaian tumbuh kembang palatum dalam hubungannya dengan relasi gigi geligi pada arah lateral dan sagital, dapat dilihat dari lebar intermolar dan panjang lengkung gigi. Ketidakseimbangan arah pertumbuhan akan menyebabkan perubahan yang berakibat ketidaksesuaian antara ukuran palatum dan relasi gigi yang dapat menyebabkan maloklusi pada anakanak. Maloklusi yang memanfaatkan pertumbuhan dan perkembangan palatum sering dikaitkan dengan bentuk palatum, lebar intermolar serta panjang lengkung gigi. Sebagian besar pasien yang datang ke Klinik Ortodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember rata-rata berusia 8 sampai dengan 10 tahun, usia ini adalah usia pertumbuhan dimana masa ini adalah fase geligi pergantian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara lebar intermolar dan panjang lengkung gigi pada pasien usia 8 sampai dengan 10 tahun. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan pada bulan November-Desember 2010, bertempat di Klinik Ortodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember, dengan menggunakan 50 model studi rahang atas. Kemudian dilakukan pengukuran lebar intermolar dan panjang lengkung gigi dengan menggunakan simestroskop yang sudah dimodifikasi dan kaliper digital dalam milimeter. Data yang didapat ditabulasi dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan ukuran rata-rata lebar intermolar adalah 52,39 mm, sedangkan ukuran rata-rata panjang lengkung gigi adalah 28,58 mm. Berdasarkan uji korelasi Pearson didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lebar intermolar dengan panjang lengkung gigi rahang atas pada pasien usia 8 sampai dengan 10 tahun di klinik Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jemberen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071610101090;
dc.subjectHUBUNGAN ANTARA LEBAR INTERMOLARen_US
dc.titleHUBUNGAN ANTARA LEBAR INTERMOLAR DAN PANJANG LENGKUNG GIGI RAHANG ATAS PADA PASIEN USIA 8-10 TAHUN DI KLINIK ORTODONSIA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record