Show simple item record

dc.contributor.authorQuritaayun Zendikia Luckita
dc.date.accessioned2013-12-04T06:09:39Z
dc.date.available2013-12-04T06:09:39Z
dc.date.issued2013-12-04
dc.identifier.issn102010101023
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3812
dc.description.abstractRINGKASAN Pengaruh Penambahan Ekstrak Nanas (Ananas comosus) pada Modisco Terhadap Jumlah Limfosit Total Tikus Wistar Jantan Model KEP (Kurang Energi Protein); Quritaayun Zendikia Luckita, 102010101023; 2013; 70 halaman; Fakultas Kedokteran Universitas Jember. KEP adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. KEP berdampak pada berbagai hal, di antaranya penurunan kadar albumin dan jumlah limfosit total. Salah satu terapi diet pada KEP, yaitu dengan pemberian Modisco yang merupakan formula bergizi tinggi, kaya kalori, dan protein yang terdiri atas susu skim, gula, dan minyak sayur atau margarin. Namun pemberian modisco ini belum dapat mengkompensasi kekurangan protein pada pasien KEP secara maksimal akibat terjadinya defisiensi enzim protease dalam tubuh yang berfungsi memecah protein menjadi asam amino. Oleh karena itu, diperlukan zat aktif yang mampu memaksimalkan terserapnya protein dalam modisco, salah satunya melalui penggunaan enzim bromelin dalam ekstrak nanas (Ananas comosus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar albumin dan jumlah limfosit total sesudah pemberian modisco dan ekstrak nanas, serta mengetahui pengaruh penambahan ekstrak nanas pada modisco terhadap kadar albumin dan jumlah limfosit total tikus wistar jantan model KEP. Penelitian ini menggunakan 25 ekor Ratus novergicus jantan yang diberikan diet induksi KEP menggunakan tepung tapioka dan pakan turbo 521 dengan perbandingan 9:1 sebanyak 20 g/hari secara ad libitum selama 4 minggu, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar albumin dan jumlah limfosit total pretest. Setelah didapatkan kadar albumin seluruh hewan coba ≤2,3 g/dL, perlakuan dimulai dengan pemberian modisco 15 g untuk K(-) serta modisco 15 g dan ekstrak nanas 5 mg untuk K1, modisco 15 g dan ekstrak nanas 7 mg untuk K2, modisco 15 g dan ekstrak nanas 9 mg untuk K3, dan modisco 15 g dan ekstrak nanas 11 mg untuk K4 selama 2 minggu. Pada akhir penelitian dilakukan pemeriksaan kadar albumin dan jumlah limfosit total posttest. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis T berpasangan dan One Way Anova dengan derajat kemakanaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significance Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar albumin dan jumlah limfosit total yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan perlakuan (p<0,05). Selain itu, didapatkan perbedaan yang bermakna pada masing-masing kelompok sesudah diberikan perlakuan (p<0,05). Rata-rata kadar albumin maupun jumlah limfosit total meningkat seiring dengan peningkatan dosis ekstrak nanas yang ditambahkan pada modisco. Namun rata-rata kadar albumin pada kelompok K(-), K1, dan K2 masih berada di bawah normal (3,0-3,5 g/dL). Sementara itu, dari penilaian jumlah limfosit total terlihat bahwa rata-rata sebelum dan sesudah perlakuan sebenarnya telah berada pada rentang normal (3.400-21.000 sel/mm ). Teori yang dapat menjelaskan hasil penelitian ini adalah kandungan enzim bromelin yang tinggi dalam ekstrak nanas yang bersifat proteolitik sehingga diduga mampu meningkatkan pemecahan protein dalam modisco menjadi asam amino sehingga lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectLimfositen_US
dc.titlePENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK NANAS (Ananas comosus) PADA MODISCO TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT TOTAL TIKUS WISTAR JANTAN MODEL KEP (Kurang Energi Protein)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record