Show simple item record

dc.contributor.authorDewintha Melyasari
dc.date.accessioned2014-01-27T07:00:36Z
dc.date.available2014-01-27T07:00:36Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM081810101008
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/25403
dc.description.abstractDi Indonesia permasalahan korosi perlu mendapat perhatian serius, mengingat dua pertiga wilayah nusantara terdiri dari lautan dan terletak pada daerah tropis dengan curah hujan tinggi, sehingga lingkungan ini dikenal dengan sifat sangat korosif. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat kerusakan korosi negatif pada kehidupan manusia, antara lain tingginya biaya yang dikeluarkan akibat rusaknya bahan logam dan tercemarnya lingkungan akibat limbah korosi. Dampak negatif proses korosi dapat dikendalikan dengan metode inhibisi, yaitu pemberian zat antikorosi (inhibitor) dengan konsentrasi yang kecil ke dalam lingkungan. Pada penelitian ini dikaji bagaimana profil persamaan laju korosi baja tanpa inhibitor dan menggunakan inhibitor melalui solusi numerik menggunakan metode Prediktor- Korektor Orde 3. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui profil persamaan laju korosi baja, sehingga dari profil tersebut dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkecil kerusakan baja dalam lingkungan air laut dan juga dapat menambah pengetahuan tentang mekanisme korosi. Penelitian tentang pengaruh penambahan inhibitor terhadap laju korosi baja di lingkungan air laut ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu identifikasi parameter, pembuatan program, simulasi, dan analisis hasil. Penentuan parameter ditentukan dengan dua cara, yaitu dari data percobaan laju korosi dan simulasi beberapa parameter sehingga dapat diketahui nilai parameter yang cocok untuk model. Setelah menentukan parameter, dilanjutkan dengan pembuatan program dengan bantuan software Matlab R2009, dari langkah ini dihasilkan GUI dari simulasi model pengaruh inhibitor terhadap laju korosi baja. Langkah selanjutnya yaitu melakukan simulasi dengan cara menginput beberapa variasi parameter yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian tahap terakhir, yaitu menganalisis output dari simulasi tersebut. Dari simulasi yang telah dilakukan, dihasilkan profil dari masing-masing jenis medium korosi, secara umum jenis medium yang menggunakan salinitas 33% memiliki laju korosi yang lebih lambat dari pada salinitas 35%. Sedangkan dari jumlah konsentrasi inhibitor Na2CrO4 yang diberikan pada sistem, laju korosi yang paling lambat adalah pada penambahan inhibitor 0.9% pada salinitas 33% maupun 35%. Pada simulasi model pengaruh inhibitor Na2CrO4 terhadap laju korosi baja AISI 1045 di lingkungan air laut, konsentrasi inhibitor dan konsentrasi salinitas air laut mempengaruhi profil pada model (asalkan konsentrasi inhibitor tidak lebih dari 1%). Semakin besar konsentrasi inhibitor yang dimasukkan ke dalam sistem, maka semakin lambat pula laju korosi yang terjadi. Sedangkan bila medium berada pada salinitas yang lebih besar maka akan semakin mempercepat laju korosi (baja akan semakin mudah berkarat). Perlambatan dari laju korosi akibat pengaruh inhibitor dapat diidentifikasi melalui laju berkurangnya inhibitor.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081810101008;
dc.subjectSIMULASI MODEL PENGARUH INHIBITOR Na2CrO4en_US
dc.titleSIMULASI MODEL PENGARUH INHIBITOR Na2CrO4 (NATRIUM BIKROMAT) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA AISI 1045 DI LINGKUNGAN AIR LAUTen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record