Show simple item record

dc.contributor.authorYulia Tutik Nurfia
dc.date.accessioned2014-01-24T00:15:59Z
dc.date.available2014-01-24T00:15:59Z
dc.date.issued2014-01-24
dc.identifier.nimNIM060110201090
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/22835
dc.description.abstractKeadaan siswa MTs. Satu Atap (SA) Botolinggo Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso sebagian besar berasal dari keluarga yang bermata pencaharian sebagai petani, sebagian pedagang, dan selebihnya pegawai. Siswa dalam berkomunikasi dengan orang tua, kerabat, teman-teman, dan anggota masyarakat yang lain menggunakan bahasa Madura. Banyak ditemukan siswa dalam berkomunikasi dengan guru menggunakan bahasa Madura, sesekali menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Madura. Pemakaian bahasa Indonesia di dalam kelas sering bercampur dengan bahasa Madura karena siswa sering kurang memahami penjelasan guru dalam bahasa Indonesia. Dikaji dari kecepatannya, kemampuan membaca siswa sangat rendah. Pada umumnya siswa jarang membaca buku dan tidak memiliki bahan bacaan di rumah, sehingga berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia siswa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Penggunaan kalimat bahasa Indonesia siswa dikaitkan dengan faktor sosial orang tua. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dan kuantitatif, dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) tahap penyediaan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan siswa dan kuesioner latar belakang sosial orang tua siswa MTs. Satu Atap Botolinggo Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso. Perbedaan penggunaan kalimat bahasa Indonesia antar informan yaitu kelompok informan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani memiliki tingkat penggunaan kalimat yang rendah (benar 94%, salah 6%), dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang dan pegawai. Kelompok informan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang memiliki tingkat penggunaan kalimat yang lebih tinggi (benar 96%, salah 4%), dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani. Kelompok informan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai memiliki tingkat penggunaan kalimat yang paling tinggi (benar 99%, salah 1%), dibandingkan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang dan petani. Siswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari, mereka lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Madura. Siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang jarang menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai instansi pemerintah lebih sering menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah baik di dalam ruang kelas maupun di luar ruang kelas. Siswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani tidak memiliki fasilitas penunjang proses penggunaan bahasa Indonesia yang cukup. Alat komunikasi yang dimiliki siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang memiliki fasilitas penunjang proses penggunaan bahasa Indonesia yang relatif cukup, sedangkan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai pegawai memiliki fasilitas penunjang proses penggunaan bahasa Indonesia yang lebih lengkap dibandingkan siswa yang orang tuanya bekerja sebagai petani dan pedagang. Jadi, fasilitas yang tersedia di rumah dan penggunaan bahasa di luar lingkungan sekolah adalah faktor penentu penggunaan kalimat bahasa Indonesia siswa dalam menmbuat karangan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060110201090;
dc.subjectPENGGUNAAN KALIMAT PADA KARANGANen_US
dc.titlePENGGUNAAN KALIMAT PADA KARANGAN SISWA KELAS VIII MTs. SATU ATAP (SA) BOTOLINGGO KECAMATAN BOTOLINGGO KABUPATEN BONDOWOSOen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record