KELUARAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIRAWAT INAP DI RSUD dr. SOEBANDI JEMBER: PERIODE 1 JANUARI 2007−31 DESEMBER 2008
Abstract
BBLR merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas janin terbesar ke-3
setelah anoksia/ hipoksia dan infeksi. BBLR menimbulkan permasalahan tersendiri.
Pada tipe permaturitas murni dapat menimbulkan sindroma gangguan pernafasan
idiopatik, pneumonia aspirasi, perdarahan spontan dalam ventrikel otak lateral,
hiperbilirubinemia, dan hipotermi. Permasalahan yang sering dijumpai pada BBLR di
RSUD dr. Soebandi Jember adalah asfiksia (6%), sepsis (2,3%), dan tetanus
neonatorum (0,5%) disamping banyak masalah lain yang ada pada BBLR (Mochtar,
1998; Saifuddin, 2002; RSUD dr. Soebandi 2004).. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui kondisi keluaran dari bayi dengan berat badan lahir rendah yang telah
menjalani rawat inap di RSUD dr. Soebandi Jember pada periode 1 Januari 2007 – 31
Desember 2008.
Penelitian memakai studi kohort retrospektif, dilaksanakan di bagian
Perinatologi RSUD dr. Soebandi Jember, bulan Februari 2009. Teknik pengambilan
sampel menggunakan metode totally sampling. Terdapat 2 kriteria sampel, kriteria
inklusi: 1). Pasien terdiagnosis BBLR oleh dokter 2). BBLC yang sakit. Kriteria
eksklusi: 1). BBLR rujukan 2). BBLC yang tidak sakit 3). Rekam medis yang tidak
lengkap.
Hasil penelitian didapatkan 432 data pasien yang memenuhi kriteria inklusi
menunjukkan 229 BBLR (67,7% SMK dan 32,3% KMK) dan 203 BBLC sakit.
Berdasarkan berat badan lahir diperoleh kategori BBLR, BBLSR dan BBLER
masing-masing adalah 197, 24 dan 8 pasien. Pada penyakit penyerta didapatakan
sepsis/infeksi pada BBLR dan BBLC adalah 33 dan 15 pasien, pada kasus hipotermia
112 dan 67 pasien, kasus asfiksia 161 dan 172 pasien, kasus ikterus 72 dan 44 pasien,
viii
kasus anemia masing-masing 5 pasien, kasus pneumothorax 2 dan 3 pasien, kasus
cacat kongenital 8 dan 3 pasien, dan kasus gawat nafas pada 14 dan 13 paisen. Pada
distribusi keluaran BBLR dan BBLC didapatkan 142 BBLR dan 149 BBLC pulang
dalam keadaan sembuh, 32 BBLR dan 33 BBLC dalam keadaaan belum sembuh serta
55 BBLR dan 21 BBLC dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
antara kejadian sepsis/infeksi, hipotermia, asfiksia dan ikterus dengan berat badan
lahir pada BBLR dan BBLC. Ada perbedaan antara SMK dengan BBLC serta KMK
dengan BBLC pada tingkat kejadian sepsis, hipotermia dan asfiksia. Tidak ada
hubungan antara kejadian anemia, pneumothorax, cacat kongenital dan gawat nafas
dengan berat badan lahir pada BBLR dan BBLC
Collections
- UT-Faculty of Medical [1515]