UJI AKTIVITAS AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL Solanum l ycopersicum L) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN TOMAT ( Solanum l DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN
Abstract
Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit gangguan metabolisme
karbohidrat yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dan adanya
glukosa dalam urine. Menurut WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan
jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah India, Cina, dan Amerika Serikat.
Negara Indonesia dengan prevalensi 8,6% dari total jumlah penduduk, diperkirakan
pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap DM, dan jumlah penderita DM
diperkirakan akan semakin meningkat. Sejalan dengan deklarasi Alma Alta dan
anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam rangka peningkatan dan
pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, upaya kesehatan dengan obat
tradisional perlu dimanfaatkan dan dikembangkan sebaik-baiknya
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas buah tomat (Solanum
lycopersicum) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit jantan yang telah
diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan yang diberi
aloksan dan diukur kadar gula darahnya setelah 3 hari penyuntikan, kemudian dibagi
secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif diberi
perlakuan CMC Na 1%, kelompok 2 sebagai kontrol positif diberi suspensi
glibenklamid, kelompok 3 diberi suspensi ekstrak dosis 250 mg/kgBB, kelompok 4
diberi suspensi ekstrak dosis 500 mg/kgBB, kelompok 5 diberi suspensi ekstrak dosis
1000 mg/kgBB.
Hewan uji diperlakukan selama 15 hari secara per oral. Pada hari ke 7 dan
ke 15 setelah mencit mengalami diabetes. Hasil penelitian dianalisis
menggunakan Anova satu arah dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan
dengan uji LSD. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kontrol + yang diberi
glibenklamid tidak berbeda signifikan dengan ekstrak etanol buah tomat dosis
1000 mg/kgBB, sedangkan kontrol – yang diberi perlakuan CMC Na 1% hasilnya
tidak berbeda signifikan dengan ekstrak etanol buah tomat dosis 250 mg/kgBB
dan 500 mg/kgBB.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol
buah tomat dapat menurunkan kadar gula darah dan dosis 1000 mg/kgBB adalah
dosis yang paling efektif, hal ini dibuktikan dengan nilai penurunannya yang tidak
berbeda signifikan dengan kontrol positif. Senyawa aktif yang diduga memiliki
aktivitas sebagai antidiabetes adalah senyawa alkaloid, flavanoid, saponin dan
likopen. Tetapi untuk membuktikan aktivitasnya diperlukan penelitian yang lebih
lanjut menggunakan isolatnya.
Collections
- UT-Faculty of Pharmacy [1498]