dc.contributor.author | YUDHA, Widhi Ari | |
dc.date.accessioned | 2025-02-25T01:56:03Z | |
dc.date.available | 2025-02-25T01:56:03Z | |
dc.date.issued | 2024-07-16 | |
dc.identifier.nim | 171810201012 | en_US |
dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125515 | |
dc.description | Finalisasi unggah file repositori tanggal 25 Februari 2025_Kurnadi | en_US |
dc.description.abstract | Bunyi merupakan segala sesuatu yang dapat didengar. Bunyi memiliki
tingkat keras dan lemah yang berbeda-beda tergantung sumber bunyinya. Bunyi
dapat menimbulkan dampak negatif berupa kebisingan. Kebisingan merupakan
suatu hal yang sifatnya mengganggu bahkan berbahaya terhadap kesehatan
makhluk hidup khususnya manusia. Kebisingan dapat timbul akibat fenomena
alam seperti hujan, badai, ombak, petir, dan lainnya. Selain itu kebisingan juga
dapat disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penggunaan kendaraan bermotor,
pengeras suara, mesin cuci, dan alat penunjang kegiatan sehari-hari. Kebisingan
yang melampaui ambang batas aman dapat menyebabkan pengaruh negatif dari
tingkat ringan hingga fatal.
Kebisingan dapat menyebabkan gangguan komunikasi dan gangguan
psikologis bagi manusia, dimana hal tersebut dapat memengaruhi tingkat
produktivitas manusia. Selain itu dampak fatal yang mungkin terjadi akibat
paparan kebisingan melebihi ambang batas ialah tuli permanen. Maka untuk
mengatasi kebisingan digunakan material peredam bunyi, seperti material yang
terbuat dari membran nilon. Membran nilon dipilih karena harganya murah dan
memiliki sifat kimia yang baik. Penggunaan membran nilon sebagai peredam
bunyi dilakukan dengan cara menempelkan membran nilon pada dinding ruang
dengung dengan melakukan variasi pada ketebalan membran nilon dari 0,5 mm
hingga 2,5 mm. Pengukuran dilakukan dengan cara menyambungkan arduino
sebagai input dari rentang frekuensi bunyi 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz,
2000 Hz, dan 4000 Hz yang dikeluarkan oleh pengeras suara; lalu bunyi dari
setiap frekuensi bunyi tersebut ditangkap oleh mikrofon yang terhubung pada
aplikasi RT Meter untuk mengetahui nilai waktu dengung yang terukur.
Pengukuran tersebut dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali pada setiap ketebalan
membran nilon yang digunakan. Data yang terukur dari waktu dengung
selanjutnya dilakukan analisis data untuk mendapatkan nilai koefisien absorpsi
bunyi.
Koefisien absorpsi bunyi yang dihasilkan dari pengujian ini menunjukkan
nilai terbesar pada membran nilon dengan ketebalan 2,5 mm sebesar 0,0694 dan
nilai terkecil pada membran nilon dengan ketebalan 0,5 mm sebesar 0,0041.
Secara keseluruhan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar
ketebalan membran nilon maka koefisien absorpsi bunyi yang dihasilkan juga
semakin besar. Hal tersebut terjadi akibat adanya perubahan struktur pori-pori
pada membran nilon ketika ketebalannya bertambah sehingga energi bunyi yang
datang lebih banyak diterima dan ditahan pada membran nilon. Tetapi hal tersebut
berbanding terbalik pada pengaruh frekuensi bunyi terhadap koefisien absorpsi
bunyi dimana semakin besar frekuensi bunyi maka semakin kecil nilai koefisien
absorpsi bunyi yang dihasilkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengukuran
koefisien adsorbsi bunyi pada membran nilon lebih optimal dilakukan pada
frekuensi bunyi yang rendah. | en_US |
dc.language.iso | other | en_US |
dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | en_US |
dc.subject | Peredam Kebisingan | en_US |
dc.subject | Membran Nilon | en_US |
dc.title | Pengukuran Koefisien Absorpsi Bunyi Pada Berbagai Ketebalan Membran Nilon Sebagai Alternatif Material Peredam | en_US |
dc.type | Skripsi | en_US |
dc.identifier.prodi | Fisika | en_US |
dc.identifier.pembimbing1 | Wenny Maulina, S.Si., M.Si | en_US |
dc.identifier.pembimbing2 | Dr. Artoto Arkundato, S.Si., M.Si | en_US |
dc.identifier.validator | validasi_repo_ratna_Februari 2025 | en_US |